logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 17 Desember 2002 Semarang & Sekitarnya  
Line

KA Eksekutif Tak Diminati

  • Bersaing dengan Pesawat

SEMARANG- Selama musim angkutan Lebaran mulai H-7 hingga H+7, kereta api (KA) kelas eksekutif kurang diminati dibandingkan dengan kelas bisnis dan ekonomi. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan mengancam kelangsungan KA eksekutif bila tidak mendapat perhatian.

''Jika tantangan ini dibiarkan saja, KA itu bisa tutup,'' ujar Kepala Humas PT KAI Daop IV Semarang Suprapto, Minggu (15/12).

Dia menekankan, sepinya peminat KA kelas eksekutif salah satunya akibat harga tiket yang bersaing dengan pesawat terbang. Tujuan Semarang-Jakarta, tiket KA Argo Muria Rp 240.000.

''Harga tiket pesawat juga tidak jauh berbeda, tapi waktu tempuhnya berbeda jauh. Naik KA bisa 5-6 jam, sedangkan pesawat tidak sampai satu jam tiba di Jakarta.''

Walaupun layanan KA tergolong baik, naik pesawat lebih wah. Dia mengungkapkan, pengguna jasa transportasi udara itu merasa lebih lebih bergengsi.

Padahal KA sudah menambah layanan dengan menyediakan berbagai jasa layanan seperti angkutan lanjutan setiba di stasiun. ''Kenyamanan menggunakan jasa KA juga selalu ditingkatkan.''

Berbeda dari KA kelas bisnis dan ekonomi. Selama angkutan Lebaran, KA tersebut selalu dipenuhi penumpang. Bahkan ada yang rela mendapatkan tiket tanpa tempat duduk. Penumpang KA tersebut sudah berjubel sejak H+2.

Pasalnya, ujar Suprapto, harga tiket terjangkau dan terpaut jauh dengan tiket pesawat terbang. Tiket KA kelas bisnis masih di bawah Rp 50.000/lembar, kelas ekonomi jauh lebih murah lagi atau bisa mencapai delapan kali lipat harga tiket pesawat.

Data pada H+7, tiket KA Senja Bisnis sudah habis hingga 22 Desember. Sementara itu KA kelas eksekutif seperti Argo Muria 1 dan 2 masih tersisa sekitar 190 tiket pada 16-22 Desember. Kapasitas KA tersebut 400 tempat duduk yang dibagi di Stasiun Tawang, Pekalongan, dan Tegal.

Karena itu dia berpendapat, untuk merebut pasar pengguna jasa transportasi harus disiasati lewat penjualan tiket. ''Penjualan tiket diserahkan kepada agen. Mereka dapat menjual tiket dengan sistem pemasaran yang marketable. Bisa jadi penjualan lewat orang kedua.''(G1-73j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA