
| Selasa, 17 Desember 2002 | Semarang & Sekitarnya |
Kerja Sama Sikapi AFTASEMARANG-Indonesia harus menyikapi era perdagangan bebas AFTA 2003 dengan membenahi kekurangan bukan dengan pesimistis. Kerja sama dengan negara lain merupakan upaya efektif mengantisipasi persaingan bebas. ''Angka pengangguran di Indonesia mencapai 40 juta orang lebih. Bila tidak segera diperbaiki angkanya semakin bertambah,'' ungkap Djoko Wahjudi, Ketua Umum Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Jateng, Senin (16/12). Menurut dia, jasa konstruksi memiliki dampak besar terhadap penyerapan tenaga kerja. Untuk itu, peran serta penyedia jasa konstruksi perlu ditingkatkan guna mengantisipasi persoalan ketenagakerjaan. Dia mengatakan hal itu dalam rangka persiapan Mukerda LPJK Jateng di Hotel Patra Jasa, Kamis (19/12). Pada sesi diskusi panel akan menghadirkan Ketua Bappenas Kwik Kian Gie, Ir Sulistyo Sudarto Mulyo (LPJK Nasional), dan Amir bin Abdullah (CIDB Malaysia). Sementara itu, Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Jateng yang berada di bawah pembinaan LPJK Jateng juga akan mengadakan rakerda. Acara di Gedung Borobudur Mapolda Jl Pahlawan, Rabu (18/12). ''Rakerda akan menghadirkan Wagub II Djoko Sudantoko SSos MM dan beberapa anggota DPRD Jateng. Semua anggota Inkindo yang berjumlah 355 orang diharapkan hadir,'' ungkap Ketua Panitia Pelaksana Ir Agus Tri Cahyono MT. Rakerda akan membahas implementasi otda yang cenderung menolak penggunaan konsultan dan mengabaikan keppres sehingga perlu dibentuk dewan kehormatan atau badan pengkajian masalah strategis. (D18-13) |