
| Selasa, 17 Desember 2002 | Semarang & Sekitarnya |
Dicuri, Empat Motor Pemindah Lajur Rel PT KAI
SEMARANG UTARA- Empat motor yang terpasang pada mesin pemindah lajur rel milik PT KAI Daops IV Semarang atau motor wesel dicuri. Selain berfungsi vital untuk mengatur rel yang akan dilalui kereta masuk atau keluar stasiun, jelas humas Soeprapto, kerugian akibat pencurian itu Rp 1 miliar. ''Untuk mendatangkan lagi alat yang sama perlu waktu. Selain harus memberitahu kantor pusat di Jakarta, alat itu harus didatangkan dari Jerman. Sebab, motor wesel tidak dijual di Indonesia. Dan, alat harus dibeli satu set. Satu set wesel seberat 90 kg, harga Rp 150 juta - Rp 200 juta. Harga itu patokan lama. Artinya, kemungkinan besar alat tersebut sekarang lebih mahal. Akibat kehilangan empat motor wesel, PT KAI Daops IV mengalami kerugian Rp 1 miliar. Dua motor bernomor 167 dan 169 terpasang di jalur kereta api yang menuju ke depo Pertamina. Dua motor lain bernomor 155 dan 157 menuju ke Stasiun Gudang di wilayah Kemijen, Semarang Utara. Soeprapto mengemukakan, satu motor bernomor 141 di Stasiun Gudang ditinggal begitu saja di dekat boks alat pemindah lajur. Ada dugaan, motor itu hendak dibawa kabur. Namun kemudian ditinggalkan pencuri lantaran mungkin kepergok petugas yang sedang mengontrol. Bagi PT KAI, alat tersebut sangat berarti. Namun, bila barang curian itu dijual utuh di pasaran umum kemungkinan tidak laku. Kalaupun ada yang bersedia membeli atau menampung, dihitung sebagai barang rongsok. ''Jika dijual per kilogram, baja motor masih laku. Atau diambil kawat tembaga dalam kumparan motor.'' Pencurian baru diketahui, Minggu (15/12) pukul 18.40, bersamaan dengan ketika KA Fider jurusan Bojonegoro-Semarang Poncol akan lewat. Soeprapto mengungkapkan, saat petugas di tower pemantuan akan memindah salah satu lajur rel di kawasan Stasiun Gudang, tiba-tiba lampu sinyal di mesin induk pengatur wesel menyala merah. Kereta yang sedianya bisa langsung lewat menuju ke Stasiun Poncol dihentikan di tengah jalan. Petugas PT KAI selanjutnya mengecek wesel di kawasan itu. Ternyata motornya hilang dicuri. Tidak hanya satu yang dicuri tapi empat motor wesel. Agar perjalanan KA Fider sampai Stasiun Poncol atau kereta-kereta di belakangnya tidak terganggu, PT KAI menggunakan tenaga manusia untuk menggantikan empat wesel yang tidak berfungsi lantaran motor dicuri. ''Untuk menggeser rel agar bisa sesuai dengan lajur yang dikehendaki terpaksa dilakukan dengan linggis.'' PT KAI Daops IV Semarang sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Semarang Utara. Beberapa orang yang diduga pelakunya sudah teridentifikasi dan hanya tinggal menunggu waktu penangkapan. Namun dari orang-orang yang dicurigai belum ada indikasi orang dalam terlibat, meski dalam aksinya pelaku tahu persis cara mencuri alat itu. ''Semua kami serahkan kepada polisi.''(D7-73j) |