logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 17 Desember 2002 Internasional  
Line

Israel Larang Lagi Arafat Rayakan Natal di Bethlehem

JERUSALEM - Israel melarang lagi Presiden Palestina Yasser Arafat pergi ke Bethlehem untuk menghadiri misa Natal, kata PM Israel Ariel Sharon pada pertemuan kabinet mingguan di Jerusalem, kemarin.

Sharon melandasi keputusan itu pada klaimnya bahwa Arafat yang bermarkas di Ramallah, wilayah Tepi Barat, tidak melakukan sesuatu untuk menumpas terorisme.

Nabil Abu Rudeinah, jubir Arafat, menyebut keputusan itu sebagai provokasi dan pelanggaran mencolok terhadap semua perjanjian yang telah disepakati kedua pihak.

Arafat, yang sebelum larangan pertama tahun lalu selalu menghadiri misa Natal di Bethlehem sejak 1994, bermaksud menunjukkan solidaritasnya pada minoritas Kristen Palestina.

Militer Israel menduduki Bethlehem tiga pekan lalu, setelah seorang militan Palestina melancarkan serangan ke Jerusalem dari sebuah desa dekat kota Ramallah.

Dalam pertemuannya dengan Presiden Israel Moshe Katzav, Paus Yohanes Paulus II menyeru Israel agar mengakhiri pendudukan di Bethlehem selama Natal. Panglima AB Israel Moshe Yaalon mengumumkan, pasukannya tidak akan ditarik selama Natal meski ada desakan dari Paus itu.

Namun Yaalon menegaskan, perayaan Natal akan diperbolehkan, dan orang-orang Kristen Palestina, Arab Israel, serta warga asing diizinkan memasuki kota tersebut.

Menurutnya, sejak dimulai pendudukan kembali atas Tepi Barat pada akhir Maret lalu, militer Isreal telah menangkap 4.600 orang Palestina yang dituduh mengambil bagian dalam aksi teror.

Sekitar 2.000 orang Palestina yang berusaha menyerang wilayah Israel atau permukiman Yahudi, tewas ditembak.

Anggota Hamas Tewas

Pasukan Israel kemarin menembak mati tiga warga Palestina, termasuk dua militan anggota Hamas, di Jalur Gaza, kata saksi mata warga Palestina.

Mereka mengatakan pasukan tersebut membunuh dua anggota Hamas ketika keduanya berusaha menyelinap melalui pagar keamanan memasuki Israel dekat Kota Beit Hanoun, Gaza utara.

Seorang warga Palestina yang lain ditembak mati ketika sedang berjalan melewati pos penjagaan tentara.

Sumber militer Israel mengatakan, orang ketiga yang ditembak tersebut mungkin salah seorang dari kelompok bersenjata yang menembaki tentara ketika sedang menjaga permukiman Yahudi di Jalur Gaza tengah.

Kekerasan Israel-Palestina tidak menunjukkan tanda-tanda mereda, meski Washington menyerukan penghentian kekerasan, ketika AS mencari dukungan dari negara-negara Arab untuk kemungkinan perang terhadap Irak.

Hamas pada Minggu lalu mengatakan, kelompoknya tidak siap memasuki dialok apa pun yang bertujuan menghentikan ''perlawanan'' terhadap Israel. Kelompok tersebut bersumpah, perlawanan akan terus dilakukan meski di dalam negara Yahudi itu sendiri. (rtr-ben-30)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA