logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 17 Desember 2002 Internasional  
Line

Chavez Mulai Pakai Kekerasan

KARAKAS - Presiden Venezuela Hugo Chavez kemarin memukul balik pemogokan umum kaum oposisi yang melumpuhkan industri minyak negara itu.

Dia menggunakan tentara untuk membubarkan blokade yang menghalangi pasokan bensin, pengapalan minyak, dana impor bahan bakar serta makanan untuk menutup kekurangan di dalam negeri.

Menurut Reuters semalam, tentara dengan menggunakan senapan serbu menyita kapal tanker Pilin Leon, dan menangkap para awak kapal yang sedang mogok sebagai upaya terakhir Chavez merebut kembali kendali pengapalan minyak di negara eksportir minyak nomor 5 di dunia itu.

Pembicaraan damai antara pemerintah dan kaum oposisi, yang diperantarai Cesar Gaviria (sekjen Organisasi Negara-negara Amerika), dijadwalkan dimulai kembali.

Chavez, mantan pasukan para yang beraliran kiri, terpilih sebagai presiden pada 1998 dan bertahan dari kudeta pada April lalu. Dia mengabaikan tuntutan mundur.

Kelompok oposisi menuduhnya menghancurkan perekonomian dan menyeret Venezuela ke dunia komunisme ala Kuba. Chavez bersumpah mempertahankan kekuasaannya, yang akan berakhir pada awal 2007.

Dalam wawancara dengan empat koran AS yang diterbitkan Washington Post kemarin, dia mengatakan akan mempertimbangkan untuk mundur hanya jika kekerasan dan kekacauan membuat Venezuela tak terkendali. Namun, dia mengatakan pemogokan 14 hari terburuk itu telah berakhir.

Mundur jika Gagal

''Jika saya menyadari bahwa saya telah gagal, maka saya mungkin mundur dari jabatan presiden. Tapi bukan karena penodongan senjata ke kepala saya,'' katanya.

Dikatakan, satu atau dua pekan lalu oposisi mengarah menuju skenario membuat Venezuela tak terkendali. ''Tapi sekarang saya bisa katakan, secara bertanggung jawab, kita menjauh dari skenario itu, memulihkan negeri ini,'' tambahnya.

Bergerak untuk menghilangkan kecemasan yang berkembang tentang kekurangan bahan bakar dan bahan makanan akibat pemogokan selama dua pekan itu, dia mengatakan dia telah memerintahkan impor bensin, susu, dan beras dari luar negeri. ''Venezuela dapat menggunakan cadangan devisa asingnya,'' katanya.

Marah kepada tentara yang mengambil alih Pilin Leon, para pemimpin oposisi menuding Chavez menjadi diktator dan secara de facto menerapkan status negara dalam keadaan darurat.(rtr-ben-30)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA