logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 17 Desember 2002 Internasional  
Line

Pakistan Gagalkan Serangan Jibaku

KARACHI - Kepolisian Pakistan kemarin menyatakan telah menangkap tiga militan yang membawa bahan peledak untuk serangan jibaku terhadap diplomat-diplomat AS di Pakistan.

Ketiganya juga disangka terlibat dalam serangan bom Mei lalu di kota yang sama, yang menewaskan 11 warga Prancis. Mereka ditangkap Sabtu lalu bersama 10 kilogram bahan peledak yang disimpan di dalam sebuah mobil Volkswagen.

Mobil berisi bahan peledak itu menurut rencana akan mereka gunakan untuk menabrak mobil yang membawa dua diplomat Amerika di kota Karachi, Pakistan selatan.

Kepala Kepolisian Provinsi Sindh Kamal Shah kepada para wartawan mengatakan kemarin, penangkapan tersebut mengarahkan polisi ke sebuah gudang di daerah Karachi timur.

Di gudang itu polisi menemukan 250 kantung bahan peledak yang berat seluruhnya 10 ton. Ketiga tersangka disebut-sebut sebagai anggota gerakan garis keras Harkat-e-Jihad-e-Islami, dan telah menerima pelatihan di Afghanistan, katanya.

Pengumuman penangkapan tersebut disampaikan, menjelang kunjungan ke Pakistan oleh Asisten Menlu AS Urusan Asia Selatan, Christina Rocca.

CIA Incar 25 Teroris

Sementara itu, Dinas Intelijen AS (CIA) diperintahkan untuk membunuh orang-orang yang dicurigai sebagai tokoh teroris. Daftar tokoh teroris itu telah disetujui Gedung Putih, lapor harian New York Times, Minggu lalu.

Pembunuhan itu dibenarkan apabila ''prosedur penangkapan tidak praktis dan korban-korban pihak sipil dapat diminimalkan,'' kata perwira militer dan intelijen kepada Times.

Perintah Presiden AS George W Bush kepada CIA untuk membunuh para teroris itu juga memasukkan Al Qaedah sebagai musuh dan karenanya merupakan sasaran yang sah dengan menggunakan kekuatan mematikan.

''Daftar CIA yang sebelumnya dirahasiakan itu meliputi para tokoh Al Qaedah seperti Usamah bin Ladin dan wakilnya Ayman al Zawahiri, serta tokoh-tokoh penting Al Qaedah dan kelompok-kelompok teroris lainnya,'' demikian diberitakan Times.

Seorang pejabat intelijen mengatakan, sebanyak 25 orang yang masuk dalam daftar itu adalah ''yang terburuk dari yang terburuk''.

''Presiden Bush telah memberikan kewenangan tertulis yang sah bagi CIA untuk memburu dan membunuh teroris tanpa perlu setiap kali meminta persetujuan kalau dinas ini akan menggelar operasinya. Beberapa pejabat menyatakan, daftar teroris itu dikenal sebagai daftar target bernilai tinggi,'' tulis Times.

Juru bicara Gedung Putih dan CIA tidak bersedia berkomentar atas berita tersebut.

''Pembuatan daftar rahasia itu adalah bagian dari upaya CIA untuk memburu dan membunuh atau menangkap orang-orang AL Qaedah yang jauh dari medan pertempuran tradisional, di negeri seperti Yaman.''

Bush tidak perlu menyetujui nama-nama yang ditambahkan dalam daftar itu dan CIA juga tidak perlu memperoleh persetujuan presiden untuk serangan-serangan khusus.

CIA menyatakan, perintah presiden untuk membunuh para teroris itu tidak terbatas pada nama-nama dalam daftar. Daftar itu akan diperbarui secara periodik. CIA, setelah berkonsultasi dengan dinas-dinas lain, akan menambahkan nama-nama yang dipandang sebagai tokoh teroris baru.(rtr-gn-52)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA