
| Selasa, 17 Desember 2002 | Internasional |
Si Titanik Meninggal di PenjaraMOSKWA - Satu-satunya tokoh utama gerilyawan Chechen yang ditangkap pasukan Rusia, tewas di penjara tempat ia menjalani hukuman seumur hidup, ungkap sejumlah pejabat, Minggu. Salman Raduyev (35) menjadi sorotan dunia karena penyanderaan berdarah dalam perang pertama Chechnya 1994-1996. Setahun lalu dia dinyatakan bersalah atas tuduhan terorisme, pembunuhan, dan penyanderaan. Beberapa pejabat Rusia mengatakan, dia meninggal Sabtu lalu karena pendarahan berkali-kali di penjara dekat kota Perm, kawasan Ural. ''Tak ada masalah tentang sebab-sebab kematiannya,'' kata Yuri Kalinin, deputi menteri kehakiman, dalam pernyataan di televisi. Raduyev terkenal akan retorika Islam-nya, sesumbarnya, dan juga janggutnya yang merah lebat. Penangkapannya pada Maret 2000 digambarkan sebagai ''kemenangan besar Moskwa'' pada tahap-tahap awal operasi militer yang kedua untuk mengalahkan kaum separatis Chechen. Wajahnya tertutup dengan jenggot lebat dan kacamata. Suatu hari, ketika dia diyakini kalangan luas tewas, dia muncul dengan penampilan berbeda dan wartawan mengenali dia melalui suaranya. Dia dijuluki ''Titanik'', setelah desas-desus menyebutkan wajahnya dipasang titanium di sebuah rumah sakit asing. Meski tidak memainkan peran dalam perang kedua di Chechnya dan punya hubungan buruk dengankomandan gerilyawan lain, dia salah satu tokoh paling diburu Rusia setelah melakukan penyerbuan terhadap Kizlyar, Januari 1996. Raduyev, menantu almarhum pemimpin separatis Dzhokhar Dudayev, dan kelompoknya menyandera 2.000 orang di sebuah RS di Kizlyar. Sekitar 70 orang tewas dalam pertempuran yang terjadi kemudian dengan pasukan Rusia. (ant-30) |