
| Selasa, 17 Desember 2002 | Ekonomi |
Perdagangan Barang Antik TurunSOLO-Meski tragedi peledakan bom di Bali telah berlalu, dampaknya masih terasa pada perdagangan barang antik di Pasar Triwindu Solo. Transaksi turun drastis hingga 60%. Beberapa pedagang menilai imbauan agar tidak berkunjung ke Indonesia yang dilakukan beberapa negara sebagai penyebab utamanya. ''Pasalnya, selama ini pedagang barang antik di sini menggantungkan pada konsumen orang asing,'' kata Bambang Hadi Pustaka BcHk, Ketua I Paguyuban Pedagang Pasar Triwindu (P3T) Solo, baru-baru ini.. Konsumen luar negeri yang selama ini membeli barang antik dari Pasar Triwindu antara lain dari AS, Australia, Inggris, Belanda, dan Italia. Pengunjung asing yang terus berkurang tentu sangat merugikan sekitar 80 kios barang antik di pasar itu. ''Sebab, pembeli asing itu adalah pedagang yang menjual lagi barang dari Pasar Triwindu di negara mereka,'' jelas dia. Mereka biasa memesan barang dalam jumlah banyak, lalu meminta dikirim ke kantor perwakilan mereka di Indonesia antara lain di Yogyakarta, Klaten, dan Semarang.(G9-53) |