logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 17 Desember 2002 Ekonomi  
Line

Suram, Perbankan DIY 2003

YOGYAKARTA- Prospek perbankan di DIY tahun 2003 diperkirakan masih suram dan tak secerah tahun 2002. Fungsi intermediasi belum optimal, bahkan cenderung berkurang. Di sisi lain, permintaan kredit menurun.

Hal itu diungkapkan oleh Pemimpin Bank Indonesia (BI) Yogyakarta Amril Arief SE Akt di kampus UGM, kemarin. Menurut dia, fungsi intermediasi yang belum optimal ditunjukkan oleh loan deposit ratio (LDR) atau perbandingan pinjaman dan simpanan yang berkisar 30% atau di bawah angka nasional 36%.

''Pada tahun 2002 dana yang terhimpun mencapai Rp 8,2 triliun, sedangkan yang tersalurkan Rp 2,5 triliun. Jika dibandingkan dengan tahun 2001 naik 4%,'' jelasnya.

Tahun 2003 BI Yogyakarta ditargetkan bisa meningkatkan angka LDR menjadi 35%. Untuk mencapai target itu, BI akan terus berupaya mencari data, informasi, dan lapangan baru bagi bank-bank yang ada.

Intermediasi perbankan yang belum optimal juga dikemukakan oleh Pengelola Program Magister Sains dan Doktor Ilmu Ekonomi UGM Prof Dr Insukindro.

''Perekonomian yang belum stabil membuat perbankan masih pikir-pikir untuk menyalurkan kredit,'' katanya. (D19-53k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA