
| Selasa, 17 Desember 2002 | Ekonomi |
Wisatawan Mancanegara Turun 20%SEMARANG-Hingga akhir tahun ini jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia turun sekitar 20% atau dari target 5,8 juta hanya terealisasi 4,8 juta orang. ''Masalah terbesar yang menyebabkan penurunan target adalah kejadian bom di Bali pada Oktober lalu,'' kata Thamrin B Bachri, Deputi Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Bidang Pemasaran dan Kerjasama Luar Negeri. Dia mengemukakan itu di sela-sela dialog penyusunan program kerja sama dan penandatanganan kesepakatan kerja sama pariwisata Provinsi Jateng dengan Provinsi Fujian, Cina, di Hotel Horison, kemarin. Kegiatan tersebut antara lain dihadiri oleh Asisten II Sekda Jateng Ir Suwito dan Kepala Dinas Pariwisata Jateng Ir Hengky Hermantoro MURP/MAP. Thamrin mengakui, ledakan bom di Bali menjadi faktor utama penyebab penurunan jumlah wisatawan mancanegara ke sejumlah daerah tujuan wisata, termasuk Jateng. Pasalnya, pariwisata di Bali merupakan lokomotif bisnis pariwisata di Indonesia. ''Citra Bali yang tidak aman juga berdampak pada penurunan citra pariwisata di daerah lain,'' tandasnya. Karena itu, pemerintah kini melakukan berbagai langkah pemulihan melalui empat tahap, yakni rescue (penyelamatan), rehabilitasi, normalisasi, dan ekspansi. Dalam rancangan tersebut, lanjut dia, tahapan rescue paling tidak membutuhkan tiga bulan, terhitung sejak peledakan bom di Kuta. Selama waktu tersebut dilakukan langkah-langkah darurat mencakup upaya kemanusian. Antara lain, menuntaskan pertolongan bagi para korban dan menyampaikan permohonan maaf kepada semua negara yang warganya jadi korban. Lalu, penjelasan yang intensif kepada media massa internasional untuk mengembalikan citra Bali. Dia menambahkan, rehabilitasi diperkirakan memakan waktu enam bulan dari Januari hingga Juni 2003. Pada kesempatan itu diupayakan pemasaran, peningkatan kualitas produk dan pelayanan, serta pemberian insentif fiskal dan nonfiskal. Selanjutnya, pada Januari 2004 memasuki tahapan ekspansi guna menggaet pasar-pasar baru dan kemungkinan melakukan diversifikasi pasar. Lalu, berkaitan dengan kerja sama antara Jateng dan Fujian itu, Thamrin berharap, hal tersebut dapat lebih menggiatkan aktivitas pariwisata di Jateng. Pasalnya, kini Cina menjadi salah satu daerah tujuan wisata dunia. ''Lewat kerja sama ini, wisawatan yang ke Cina bisa ditarik datang ke Jateng,'' ujar dia. Dia menyebutkan, dalam lima tahun terakhir kunjungan wisatawan Cina ke Indonesia masih fluktuatif. Terjadi penurunan tajam pada 1999 akibat ketidakstabilan politik dan ekonomi. Pada 2000 wisatawan Cina meningkat lagi dari 18.735 pada tahun sebelumnya menjadi 29.532 orang, dan pada 2001 menjadi 32.197. ''Hingga akhir 2002 diharapkan mencapai 43.000 wisatawan,'' tambahnya. Kepala Dinas Pariwisata Jateng Hengky Hermantoro menjelaskan, kerja sama dengan Fujian untuk meningkatkan pembangunan sektor pariwisata Jateng. Sebab, seiring dengan pemberlakuan perdagangan bebas ASEAN (AFTA) 2003 dan NAFTA 2010 persaingan akan makin ketat. (G2-53e) |