
| Senin, 25 November 2002 | Tajuk Rencana |
Lubang Maut di Ngangkruk- Dua pengendara sepeda motor nyaris tewas akibat terjebak lubang maut di Jalan Raya di Dukuh Ngangkruk Klaten, jalan raya Solo-Yogyakarta. Kedua pengendara selamat, tapi sebuah sepeda motor ringsek berat terlindas truk yang meluncur tak jauh di belakangnya. Sebuah sepeda motor lain cuma rusak ringan. Sopir truk tak sempat mengerem atau menghindari tabrakan karena kecelakaan terjadi begitu mendadak dan jarak terlalu dekat. Yang sangat penting untuk dicatat, kecelakaan yang nyaris merenggut nyawa itu terjadi untuk kali kesekian. Menurut catatan penduduk setempat, belasan pengemudi kendaraan terjebak lubang menganga 75 cm x 75 cm itu, sampai-sampai ada yang terenggut jiwanya.
- Lubang cukup besar dan dalam itu konon proyek galian Telkom yang kurang lebih seminggu terakhir ini dibiarkan menganga. Melihat bahaya yang mengancam, warga setempat ada yang berinisiatif memberi rambu pengaman dengan memasang ban-ban mobil bekas dan palang batangan bambu. Namun, karena terletak dekat dengan lampu pengatur lalu lintas, tampaknya menyebabkan para pengendara sepeda motor lalai. Selepas lampu bangjo biasanya mereka memacu kendaraan. Akibatnya kurang memperhatikan rambu-rambu darurat karya penduduk. Rambu itu memang kurang tampak jika dilihat dari jarak cukup jauh. Mereka pada umumnya terkejut ketika lubang sudah terlalu dekat. Hal itu seperti kecelakaan pada Sabtu siang, sepeda motor menabrak ban bekas dan terpelanting.
- Mengapa lobang di jalan yang pasti gampang membawa maut itu satu minggu lebih dibiarkan menganga? Siapa yang membuat lubang itu? Warga setempat yang lain ada yang berinisiatif melapor kepada Telkom Klaten. Namun, konon mendapat jawaban proyek itu milik Telkom Solo. Hingga Sabtu belum ada tanggapan dari Telkom Solo. Sangat mungkin Telkom Solo pun tidak mempunyai tanggung jawab langsung atas lubang itu. Bisa jadi proyek itu digarap oleh klien Telkom. Karena itu, klien itulah mungkin yang paling bertanggung jawab. Namun, masyarakat umumnya tidak memperhatikan tetek bengek prosedur itu. Yang penting ada yang bertanggung jawab dan seharusnya tidak membiarkan lubang itu menganga berlama-lama. Jangan sampai jatuh korban lebih banyak. - Jalan raya Solo-Yogyakarta terkenal sangat padat lalu lintas dan sangat sibuk. Juga dikenal sebagai salah satu jalan yang paling sering terjadi kecelakaan lalu lintas. Hal itu terutama beberapa tahun lalu ketika kondisi jalan tersebut sangat buruk. Untuk meningkatkan kualitas pernah akan dikembangkan menjadi jalan tol Solo-Yogya dengan pengembang dari Singapura. Namun, rencana itu gagal di tengah jalan. Akhirnya diperlebar menjadi jalan raya biasa yang digarap sejak lama sebelum Lebaran tahun lalu. Kini jalan raya itu sudah cukup baik. Namun, kalau sampai ada lubang maut akibat proyek terpaksa merobek-robek jalan raya yang mulus itu, adalah sangat mengecewakan. Lebih menyedihkan lagi ketika tak ada satu pihak pun cepat turun tangan.
- Jalan sudah mulus, kemudian dirobek-robek untuk proyek adalah kejadian biasa di berbagai kota besar. Yang paling banyak proyek Telkom, PDAM, listrik dan gas. Yang tiap kali menjadi persoalan seperti kejadian di Dukuh Ngangkruk itu. Setelah digali tidak cepat diperbaiki kembali. Lubang dan bekas galian lain terbengkalai dan menjadi sumber kecelakaan lalu lintas. Konon setelah proyek selesai kewajiban memperbaiki ada pada dinas PU (pada masa lalu) pemerintah setempat. Karena pemilik proyek sudah menyetorkan biaya untuk keperluan itu kepada instansi tersebut. Namun, perbaikan biasanya berkesan terlalu lamban. Bisa dimengerti kalau warga di Klaten ada yang mengancam akan menguruk lubang itu dengan adonan semen. Mereka risau tiap kali terjadi kecelakaan.
- Di beberapa negara maju, warga yang merasa dirugikan akibat proyek kota atau faktor lain bisa menuntut pemerintah setempat untuk minta ganti rugi. Di Medan dan Semarang pernah ada warga kota yang dikabulkan tuntutannya. Di Klaten ada baiknya mereka yang merasa dirugikan melakukan hal serupa. Hal itu bisa menjadi pelajaran aparat pemerintah untuk bekerja dan melayani warganya dengan lebih baik. Di sisi lain, seharusnyalah ada pihak-pihak yang segera turun tangan menutup lubang maut itu jika proyek selesai, atau diberi rambu yang jelas dan aman jika proyek belum rampung. Apalagi menjelang hari Idul Fitri, jalan raya tersebut pasti akan tambah padat dan ramai. Ditambah lagi liburan Lebaran tahun ini lebih panjang daripada sebelumnya. Diduga keramaian akan berlipat. |