
| Senin, 25 November 2002 | Sala |
Suasana Pecinan saat Deklarasi Hoo-HapSRIWEDARI- Suasana pecinan hadir di Gedung Grha Wisata Niaga saat deklarasi organisasi warga Tionghoa di Solo, Perkumpulan Hoo-Hap Solo, Sabtu malam lalu. Selain para anggota dan tamu undangan yang hampir semua keturunan Tionghoa, berikut sejumlah pengurus organisasi serupa dari Solo, Semarang, dan Yogyakarta, juga hadir dan memberikan sambutan Konselor Kedutaan Besar RRC di Indonesia Mao Jicong. Kapolresta Surakarta AKBP drs Bambang Hermanu SH dan Dandim Surakarta Letkol Hadi Kusnan pun datang memberikan ucapan selamat kepada pengurus. Acara itu ditandai dengan pembacaan kalimat deklarasi dalam bahasa Indonesia, dilanjutkan dengan perkenalan para pengurus. Dalam mengatur acara itu, pembawa acara menggunakan dua bahasa, Indonesia dan Mandarin. Kegiatan bahasa itu sangat dominan diucapkan untuk mengomentari dan menyampaikan informasi acara yang akan berlangsung. Ketua Umum Badan Pleno Perkumpulan Hoo-Hap Solo Djoenaedi Joesoef dalam sambutannya mengemukakan, dalam era reformasi ada keinginan dari kelompok masyarakat untuk menemukan identitas masing-masing. Dengan identitas itu dirasakan dapat mempererat persatuan dan kebersamaan di kalangan mereka. ''Dengan persatuan dan kebersamaan dapat dijadikan sarana berkegiatan yang lebih terkoordinasi, terarah, dan bermanfaat bagi anggota masyarakat dan sekelilingnya.'' Sejalan dengan perkembangan itu, lanjut bos Perusahaan Farmasi Konimex itu, Perkumpulan Hoo-Hap Surakarta yang beku sejak 1965 kini dapat berdiri lagi di tengah masyarakat Solo. Walaupun didirikan oleh komunitas Hookian dan Tio Ciu, Hoo-Hap Surakarta bukan untuk melayani kepentingan satu etnis tertentu saja. ''Justru sebaliknya, ada dorongan dalam organisasi ini untuk mengamalkan darma bakti bagi masyarakat Surakarta pada khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya.'' Deklarasi juga diwarnai dengan penyerahan penghargaan kepada warga dan organisasi Tionghoa yang dianggap berjasa baik di bidang sosial, pendidikan, dan kebudayaan. Untuk memeriahkan acara disuguhkan berbagai kesenian tradisional Tionghoa, antara lain orkes Yang Gim mirip keroncong yang berkembang di Indonesia. Tari-tarian dan solo vokal serta paduan suara yang digelar dengan nuansa pecinan baik kostum maupun lagu-lagu yang disajikan. Susunan pengurus Perkumpulan Hoo-Hap: Ketua Priyo Hadisutanto, Sekjen Rachmad Santosa dan Joko Prananto, Bendahara Budi Teguh Santoso dan Hadi Kosasih. Kepengurusan itu juga dilengkapi sejumlah departemen.(sri-58j) |