
| Senin, 25 November 2002 | Sala |
Putra-putri Dalem Merasa Belum Siap
KERATON- Kalangan putra-putri dalem Sampeyan Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XII, menyatakan mereka merasa belum siap untuk menggantikan ayahanda mengelola dan memimpin lembaga Keraton Surakarta beserta seisinya. Sebab itu, tidak hanya dasa windu usia Sinuhun yang bisa diperingati semua komunitas di dalamnya, melainkan diharapkan Tuhan YME memberi umur panjang kepada ''raja'' agar tetap bisa memimpin keraton sampai para putra-putrinya siap. ''Syukur kalau sampai sebelas atau duabelas windu. Mudah-mudahan Tuhan YME memberi yuswa (umur-Red) panjang. Karena kami belum siap untuk diberi kepercayaan menggantikan beliau, '' ujar Dra GRAy Koes Moertiyah ketika mengawali sambutannya, dalam konferensi pers menyambut peringatan tumbuk yuswa dasa windu, di Kamar Nyonya, kompleks keraton, Kamis malam lalu. Didampingi beberapa putra-putri dalem beserta para menantu Sinuhun yang duduk dalam kepanitiaan ultah itu, anggota FPDI-P DPR RI yang akrab disapa Goesti Moeng itu menegaskan tentang tanggung jawab melestarikan keraton. Antara lain sebagai pusat kebudayaan bukan semata-mata harus dipikul kalangan putra-putri Sinuhun atau SISKS Paku Buwono XII semata. Melainkan, masyarakat memiliki kewajiban yang sama. Menurutnya, kesadaran terhadap kekurangan semacam itulah yang menjadi menyemangati peringatan terhadap berbagai momentum yang ada di lingkungan Keraton Surakarta Hadiningrat. Secara tidak langsung, ungkapan istri KP Edy Wirabhumi SH itu untuk menjawab silang-pendapat mengenai proses suksesi kepemimpinan di keraton. Selama ini berkesan sengaja tidak disiapkan atau secara terbuka dibahas secara arif oleh kalangan internal kerabat. Sangat Bermakna Menurut Ketua Bidang Pahargyan (resepsi-Red) dasa windu itu, acara perayaan ini dinilai sangat bermakna dan spesifik mengingat, hari yang diperingati itu terdapat lima hitungan yang tumbuk atau bertepatan. Antara lain tanggal 25 November sehari sebelum resepsi berlangsung, persis di saat Sinuhun lahir yaitu tanggal 20 puasa pukul 04.10 yang jatuh pada malam tanggal 21 Pasa, dengan weton malam Selasa Legi, tahun Dal, Wuku Kuningan . Sebagai seorang ''raja'', kata Goesti Mung yang pernah mendapat julukan Putri Mbalela itu, Sinuhun adalah seorang yang konsisten untuk memegang teguh budaya Jawa. ''Beliau selalu menanamkan pada putra-putrinya, pada masanya nanti orang akan mencari akar dari budaya Jawa,'' tambahnya. Disebutkan, Sinuhun adalah raja yang mengalami dua masa transisi, yaitu ketika menjadi penguasa penuh atas wilayah keraton dan ketika berada di bawah Pemerintah RI. ''Bisa dibilang beliau sangat kuat menghadapi masa transisi tersebut. Kami sendiri dan juga orang lain, banyak yang tidak mengira. Kami juga melihat (merasa sangsi-Red), apakah kami-kami ini bisa kuat seperti beliau ketika diberi kepercayaan untuk menggantikan,'' ujarnya. Pada acara peringatan 80 tahun Sinuhun nanti, disiapkan beberapa acara yang berupa wilujengan, pambagya harja atau ucapan selamat dari putra-putri dalem dilanjutkan pangandika dalem atau sambutan dari Sinuhun. Beberapa acara protokoler dan wilujengan itu berlangsung di Pendapa Sasana Sewaka. Kemudian, panembromo atau persembahan tanda bakti kalangan putra-putri dan cucu Sinuhun yang diteruskan dengan hiburan lepas hingga menjelang sahur, berlangsung di Gedhong Sasana Handrawina. ''Dan sebagai puncaknya, akan adapisungsung dari putri-putri Sinuhun berupa tarian Bedaya Suka Mulya yang disusun kami para putra-putri dalem. Para wayah dalem juga menyuguhkan tari pethilan Kusuma Yuda,'' sebut Goesti Mung. Tari berikut gending iringan yang diberi nama Suka Mulya.(ev,won-51) |