logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 25 November 2002 Olahraga  
Line

Rahwono Dilarikan ke RS

JAKARTA- Petinju dari Pemalang, Rahwono terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Pertamina Jakarta, Minggu dini hari setelah tersungkur ke kanvas oleh petinju Batam, Riau, Paul Roger dalam pertandingan memperebutkan sabuk juara kelas terbang junior (49kg) versi Asosiasi Tinju Indonesia (ATI).

Petinju dari Sasana Gading Emas milik Pemkab Pemalang itu mencium kanvas saat pertandingan berjalan pada ronde ketujuh dari 12 ronde yang dijadwalkan. Rahwono, yang berusia 21 tahun itu, tiba-tiba sempoyongan dan jatuh mengenai tali ring tanpa terkena pukulan dari Paul Roger, petinju dari Sasana Uban Batam View, Batam itu.

Dia tergeletak di ring tak sadarkan diri, sehingga dilarikan ke Rumah Sakit Pertamina Jakarta didampingi promotor tinju Tourino Tidar, ketua ATI Pusat Manahan Situmorang dan manajer Sasana Gading Emas Kisno serta Sekda Pemalang, Herdjanto selaku pembina Sasana tersebut.

Petinju yang mempunyai rekor bertanding 16 kali -10 kali menang angka dan tiga kali menang dengan TKO atau KO itu- setibanya di RS Pertamina langsung dimasukan dalam ruang rawat darurat yang dengan seketika pula mendapatkan pemeriksaan dari dokter jaga Rahyus Sulaiman.

Ketua ATI maupun promotor Tourino Tidar meminta dokter melakukan pemeriksaan terhadap petinju dan sekaligus melakukan pemeriksaan sinar X pada bagian kepala untuk mengetahui tingkat cedera Rahwono. Berdasarkan hasil observasi dan pemeriksaan dengan sinar X pada bagian kepala Rahwono itu, dokter bedah syaraf RS Pertamina, Rahman Purba menyatakan, pada bagian kepala depan dari petinju tersebut ditemukan ada yang retak, sehingga diharuskan rawat inap. Menurut dokter itu, untuk sementara waktu Rahwono tidak dioperasi, tapi penyembuhan dilakukan melalui obat-obatan.

Pelatih Sasana Gading Emas BC Pemalang, Jimmy Iskandar mengakui, petinjunya ketika memasuki ronde ketiga sudah terlihat kewalahan menghadapi serangan dari Paul Roger tersebut, sehingga sehabis ronde ketiga ia sempat menanyakan kondisi fisiknya. ''Saya tanya ada masalah, dia menjawab tidak ada ,'' ujar Jimmy. Ia mengakui ini bukan pertama kali Rahwono mengalami penurunan fisik dengan gejala pusing-pusing.

Pada pertandingan Juni lalu melawan Victor Rambi juga mengalami nasib yang sama, tapi tidak mengalami cedera karena gejala pusing itu diketahui saat usai pertandingan. Rahwono sempat tidak sadarkan diri usai pertandingan melawan petinju Filipina pada 3 September lalu. (ant-77)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA