
| Senin, 25 November 2002 | Olahraga |
Sistem Baru Tingkatkan Mutu PemainSEMARANG- Bonggo Pribadi, pemain yang paling senior di PSIS menanggapi positif diberlakukannya sistem kompetisi satu wilayah. Model ini mirip sistem kompetisi Galatama seperti yang pernah dialami ketika dirinya masih memperkuat klub Pelita Jaya Sawangan. ''Kalau dua wilayah, kompetisi baru berjalan dua-tiga bulan para pemain sudah banyak yang istirahat. Hanya tim yang lolos '8 besar' yang sibuk mempersiapkan diri,'' jelas Bonggo, semalam. Akan lain kalau digelar menjadi satu wilayah. Apalagi KLI IX nanti diikuti oleh 20 tim, yang berarti masing - masing tim akan main 38 kali pertandingan. ''Banyak keuntungan yang akan didapat dengan sistem satu wilayah. Pertandingan akan padat, kami perkirakan satu minggu main tiga kali. Dengan tidak disadari, ini akan meningkatkan mutu pemain, karena terlibat dalam kompetisi yang ketat, dalam waktu panjang''. Dari pengalaman yang pernah dirasakan di Pelita Jaya yang ber-home base di Stadion Lebakbulus Jakarta, setelah kompetisi berjalan banyak klub - klub yang putus jalan akibat kekurangan dana. Akhirnya mulai KLI I dilakukan penggabungan antara tim galatama (klub) dan perserikatan. ''Sekarang lain. Dari 20 tim, 16 di antaranya sepakat dengan satu wilayah. Itu berarti klub - klub sudah siap, termasuk persiapan dana. Keuntungan pemain, kesejahteraan akan meningkat, karena menerima gaji dalam waktu yang lebih lama lagi.'' Juara Sejati Tidak ada yang perlu dicemaskan. Kompetisi satu atau dua wilayah persiapannya sama seperti sekarang ini. Pemain harus profesional dalam menjaga kondisi masing - masing. ''Bisa Anda bayangkan, dalam seminggu main tiga kali. Padahal recovery membutuhkan waktu tiga hari. Belum lagi main di luar kandang dengan jarak jauh. Stamina pemain akan terkuras, sehingga makanan harus terjaga''. Tapi, bagi dirinya hal itu bukan masalah. Namun untuk rekan-rekan yang lain, mungkin akan terasa lain. Kompetisi diikuti 20 klub, layaknya Liga Inggris, akan mempunyai kepuasan tersendiri kalau tidak pernah kalah. ''Luar biasa rasanya. Apalagi kalau sampai berakhirnya kompetisi tidak pernah terkalahkan, tim yang bersangkutan akan mendapat predikat sebagai juara sejati.'' Dia juga berharap, apa yang dicapai PSIS selama ini jangan cepat menjadikan puas. Kendati selama uji coba belum pernah menderita kalah, selalu mencatat kemenangan, termasuk juara dalam turnamen Bupati Batang. (C16-77) |