logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 25 November 2002 Olahraga  
Line

Mengenal Grand Master Baru, Cerdas Barus

TIM Indonesia terasa kurang menggigit pada Olimpiade Catur ke-35 di Bled, Slovenia, baru-baru ini. Salah satu penyebabnya tentu saja adalah tidak tampilnya pemain nomor satu negeri ini, GM Utut Ardianto.

Di Bled, tim Indonesia dipercayakan kepada MI Ivan Sitoru, MF Irwanto Sadikin, MI Cerdas Barus, MF Awam Wahono, MN Andi Nurjabal, dan MN Susanto Megaranto. Sampai berakhirnya kejuaraan, mereka hanya menempati peringkat 46-51 bersama Kazakhtan, Vietnam, Norwegia, Skotlandia, dan Meksiko. Juara bertahan Rusia yang diperkuat juara dunia Garry Kasparov mempertahankan prestasinya sebagai juara.

Sekalipun peringkat beregu terpuruk, MI Cerdas Barus mencetak prestasi gemilang. Juara nasional 2002 yang menempati meja 3 itu berhasil meraih medali emas setelah mengumpulkan 8,5 match point (MP) dari sepuluh kali bertanding atau 85%.

Prestasi serupa juga pernah dicatat GM Utut Ardianto di meja pertama pada Olimpiade Catur ke-34, 2000, di Istambul, Turki. Perburuan memperebutkan medali emas papan 3 berlangsung ketat.

Cerdas bersaing dengan juara dunia 1999 GM Alexander Khalifman dari Rusia. Khalifman yang main sembilan kali meraih 7 MP atau 77,7%. Dia meraih medali perak.

Keberhasilan Cerdas ini membuat dia meraih norma grand master-nya yang ke-3, sehingga secara otomatis dia berhak menyandang gelar yang diidam-idamkan pecatur, GM.

Norma GM pertama diraih pada turnamen Bali PCA tahun 1997 di Jakarta. Norma ke-2 diperolehnya saat turnamen Wismilak International tahun ini di Surabaya.

Yunani

Siapakah Cerdas? Pecatur tunawicara ini berasal dari Sumatera Utara. Saat ini dia berusia 41 tahun. Karier internasionalnya dimulai tahun 1984 dalam Olimpiade di Salonika, Yunani.

Sebenarnya dia mulai mengenal permainan catur pada usia yang tidak amat muda. Tetapi dia sungguh berbakat. Dia bisa mengatasi ''ketertinggalannya'' dengan cepat.

Dalam Olimpiade kali ini, dia pernah menjadi satu-satunya pemain Indonesia yang mencatat nilai, ketika di babak kedua berhadapan dengan Yugoslavia. Saat itu Indonesia kalah 1-3, tetapi pada papan ke-3 Cerdas dengan buah putih mengalahkan jago lawan, GM Damil Janovic Branco.

Gelar GM yang dicapai Cerdas tentu luar biasa. Kini dia tercatat dalam sejarah sebagai orang Indonesia keenam yang menyandang titel GM. Lima sebelumnya adalah GM Ardiansyah, GM Utut Ardianto, GM Edi Handoko, GM Herman Suradiraja, dan GM Ruben Gunawan.

Menurut saya, keberhasilan Cerdas di Olimpiade atau di turnamen-turnamen internasional terutama didasarkan atas pengetahuan teorinya yang luas dan sempurna.

Berikut disajikan partainya yang menarik pada Olimpiade di Ble, saat dia yang memegang buah hitam melakukan pengorbanan menteri secara spektakuler yang tidak diperhitungkan oleh lawan.

Putih: P Pandavos (Yunani).

Hitam: Cerdas Barus (Indonesia).

Pembukaan: Skot, Varian Mieses

1. e2 - e4 e7 - e5

2. Kg1 - f3 Kb8 - c6

3. d2 - d4 e5 x d4

4. Kf3 x d4 Kg8 - f6

5. Kd4 x c6 b7 x c6

Cara pengambilan kuda kembali yang tepat menghadapi Varian Mieses. Walaupun susunan bidak sayap menteri hitam terpecah, tetapi berakibat penghimpunan kekuatan di pusat yang penting.

6. e4 - e5 Md8 - e7

7. Md1 - e2 Kf6 - d5

8. c2 - c4 Gc8 - a6

9. Kb1 - b2 0-0-0

Di sini putih dapat melakukan 9. Me4 dan baru 10. Kd2 seperti yang ditempuh Timman melawan Karpov dalam turnamen Philips & Dreew di London.

10. Me2 - e4 Kd5 - b6

11. Gf1 - e2 Bd8 - e8!

Ge2 langkah pasif yang menyerahkan inisiatif kepada hitam. Alternatif putih yang lebih memuaskan adalah menyusun rencana dengan b3 dan Gb2 serta f4 menunjang bidak pusat e5.

12. f2 - f4 f7 - f6!

Bidak pusat e5 segera menjadi sasaran gempuran hitam.

13. a2 - a4 Rc8 - b8!

Maksud langkah raja ini akan menjadi jelas nanti

14. a4 - a5 Kb6 x c4

15. Kd2 x c 4 d7 - d5

Hitam memperoleh perwiranya kembali. Kini terlihat kegunaan raja hitam di b8, karena putih tidak mungkin menyelamatkan garpu bidak hitam ini dengan 16 Mf5 (+) menyusul pengamanan kudanya.

16. Me4 - d4 d5 x c4

17. Gc1 e3 c6 - c5

Walaupun bidak hitam di jalur c bersusun tiga, nampak membentuk pertahanan yang kokoh bagi rajanya yang agak terbuka.

18. Md4 - c3 Mf6 x e5

19. f4 - f5 Me7 - h4(+)

20. g2 - g3 Mh4 - d4!

(lihat diagram)

Pengorbanan menteri spektakuler yang pasti di luar dugaan putih.

21. Ge3 x d4 e5 x d4

22. Mc3 - a3 d4 - d3

Ikatan benteng terhadap raja putih menjamin hitam merebut gajah e2 di samping bidak bebas hitam di lajur d mengancam melaju ke petak promosi.

23. 0-0-0? Be8 x e2

Dari kesudahan partai ini dapat disimpulkan bahwa sebaiknya di sini putih mengamankan rajanya ke sayap raja melalui rokade pendek.

24. Bd1 - d2 Be2 - e5!

Terlihat kedudukan raja putih di c1 yang merugikan karena ajakan penukaran benteng 24. Bhd1? disambut hitam dengan 24 ... d2(+), 25. Bxd2 Bxe1.

25. Bh1 - f1 Gf8 - d6

26. Rc1 - b1 Bh8 - e8

27. Ma3 - c3 Be5 - e1(+)

28. Bd2 - d1 Be1 - e2

29. Bd1 - d2 Gd6 - e5

30. Mc3 - c1 Ge5 - f6!

Dengan langkah ini posisi putih terkena zug zuang. Akhirnya putih menyerah.(MN Jumadi-22t)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA