logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 25 November 2002 Olahraga  
Line

Bursa Calon Ketua Pelti Makin Marak

JAKARTA-Bursa calon ketua umum PB Pelti untuk periode empat tahun mendatang makin marak. Nama-nama yang muncul di antaranya Martina Wijaya, Permana Agung, Sutiyoso, dan Soebronto Laras.

Martina, Permana Agung, dan Soebronto Laras telah mengajukan diri sebagai calon ketua umum PB Pelti untuk menggantikan Tanri Abeng. Sedangkan Gubernur DKI Sutiyoso dicalonkan oleh mantan ratu tenis Yayuk Basuki.

Kepastian siapa yang nanti bakal terpilih akan ditentukan dalam Musyawarah Nasional (Munas) PB Pelti yang digelar 15-17 Desember mendatang di Makassar. Munas akan diikuti oleh 28 pengda Pelti seluruh Indonesia.

''Jika masyarakat tenis menghendaki saya menjadi ketua umum, saya siap melaksanakannya,'' kata Martina yang juga menjabat Ketua Bidang Pengembangan Promosi dan Hubungan Luar Negeri dan pejabat sementara Ketua Bidang Pembinaan PB Pelti bersama dengan Ketua Bidang Pertandingan PB Pelti, Soebronto Laras.

Kesiapan Martina menggantikan Tanri Abeng ternyata mendapatkan dukungan dari mantan petenis nasional di era 1960 dan 1980 seperti Dr Dauri Mochran, Lita Soegiarto, Yolanda Soemarno, Hadiman, Justedjo Tarik, Samudra Sangitan, Alfred Raturandang, dan Ir Danny Walla.

Keinginan mantan petenis-petenis nasional ini diungkapkan dalam reuni 9-11 Agustus 2002 di lapangan tenis PORES Surabaya dan Hilton Jakarta. Mereka menilai sepak terjang Martina dan Soebronto Laras tidak perlu diragukan, karena keduanya memberikan waktu cukup banyak untuk dunia tenis nasional.

Didukung Deddy

Keduanya juga dipandang memiliki kecintaan yang besar terhadap tenis Indonesia. Itu terlihat saat babak kualifikasi Piala Fed di Cina. Mereka lebih mementingkan memberi dukungan pada tim Fed dibandingkan dengan ikut rapat tahunan Asian Tennis Federation yang juga berlangsung bersamaan dengan kejuaraan itu.

Sedangkan dukungan untuk Permana Agung yang lebih awal mencalonkan diri (sejak Juli) datang dari mantan pelatih tim nasional, Deddy Prasetyo. Permana Agung sebenarnya masuk di awal kepengurusan Tanri Abeng. Dia duduk di komite pembinaan daerah.

Namun semenjak Tanri tak menjadi menteri, banyak pejabat penting dalam kepengurusannya juga lengser dari kepengurusan PB Pelti. Satu per satu anggota pengurus nonaktif, sehingga kepengurusan diubah Tanri. Masuklah Martina Widjaja yang awalnya duduk sebagai penasihat PB Pelti.

Alasan Martina mencalonkan diri, karena pengalaman selama 16 tahun menjadi pengurus di Pelti diakui sudah cukup untuk modal menjadi orang nomor satu di induk organisasi tenis se-Indonesia tersebut. (wgm/bn-22t)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA