
| Senin, 25 November 2002 | Berita Utama |
Kiai Ma'ruf: Alquran Jadi Tamba AtiSEMARANG-Ada empat golongan umat manusia yang dirindukan surga. Yaitu, umat yang gemar membaca Alquran, umat yang bisa menjaga bicaranya, umat yang suka memberi makan orang yang kelaparan, serta umat yang puasa di bulan Ramadan. Hal itu ditegaskan pengasuh Pondok Walisongo Sragen KH Ma'ruf Islamuddin saat menjadi penceramah dalam tarling putaran ke-19 BAI, sekaligus peringatan Nuzulul Quran di Wisma Perdamaian, semalam. Peringatan turunnya wahyu kali pertama dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril itu mengambil tema "Mengamalkan Alquran, Meningkatkan Kesantunan dan Kepekaan". "Tanpa Alquran, kita tidak tahu perkara yang haq dan yang bathil. Di samping itu, Alquran bisa menjadi tamba ati bagi yang sedang ditimpa musibah," kata da'i yang terkenal kocak dalam berdakwah itu. Dia menambahkan, penyakit yang diderita manusia di dunia ada dua macam. Yaitu, penyakit jasmani dan rohani. Penyakit jasmani hanya diketahui penderitanya atau dokter yang menangani. Namun penyakit rohani, hanya diketahui orang lain. "Misalnya, sombong, dengki, srei, dan hasut. Biasanya orang lain yang mengetahuinya. Penyakit jasmani hanya berakibat pada kerusakan organ tubuh, namun penyakit rohani akibatnya akan diterima di dunia dan akhirat." Bersama MUI Di tempat yang sama, sebelumnya Gubernur Jateng H Mardiyanto bersilaturahmi dengan para kiai, ulama, dan pengurus MUI se-Jateng. Dalam pertemuan tersebut Gubernur menyampaikan syukur Alhamdulillah dan terima kasih kepada para kiai dan ulama yang telah membantu Jateng dalam menciptakan suasana daerah yang kondusif. "Selama bulan Puasa ini, hubungan antara yang puasa dan yang tidak puasa terjalin dalam suasana pengertian yang saling mernghargai dan menghormati. Sehingga selama puasa ini benar-benar terasa kehidupan yang tenang, tenteram, sejuk, dan damai bagi seluruh masyarakat Jateng dalam kehidupan sehari-hari yang penuh dinamika." Gubernur Mengharapkan agar upaya menciptakan suasana kondusif itu tercermin pada hari Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru yang waktunya hampir bersamaan. Ketua MUI Jateng KH Wildan Abdul Hamid dalam sambutannya mengatakan, "Kita semua pemimpin. Baik di lingkungan pemerintahan, di lingkungan ormas, maupun pesantren dan lain-lain yang dituntut memberikan teladan yang baik kepada lingkungan yang dipimpinnya." (D6-64t) |