
| Senin, 25 November 2002 | Semarang & Sekitarnya |
Bangun PPI Kembalikan Nama Besar TPI UjungSEMARANG-Ketua Persatuan Nelayan Demokrasi Indonesia (PNDI) Jateng Ir SH Soekimin, sangat mendukung rencana Pemkot Semarang membangun Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas. Bahkan jika rencana itu terealisir, nama besar Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujung akan bisa dikembalikan. Dalam pernyataannya kepada Suara MerdekaSabtu lalu ia mengatakan, nasib nelayan di Semarang memang memprihatinkan, selalu saja digusur kesana kemari dan selalu dipinggirkan. ''Dulu TPI Ujung di pelabuhan Semarang pernah besar lalu hilang dan muncul TPI Banjirkanal dan digusur lagi. Terakhir TPI itu direlokasi di Mangunharjo, nyatanya juga tidak produktif. Saya pikir apa nelayan tak mempunyai hak hidup di kota ini,'' katanya. Dikatakan, jumlah nelayan di kota ini kini mencapai sekitar 1.500 orang. Jika dihitung tiap kepala keluarga terdiri atas 3 jiwa, maka dengan keluarganya bisa mencapai sekitar 5.000 jiwa. Untuk meningkatkan kesejahteraan mereka, maka diperlukan sarana dan prasarana. Dan sarana itu adalah PPI. Soal lokasi tidak masalah yang penting di Semarang ini ada. Zaman dulu Bandar Semarang sangat terkenal, karena habitatnya di situ, karenanya semua pihak diharap untuk ikut memperhatikan nasib nelayan. ''Dengan membangun PPI itu sudah merupakan bentuk perhatian yang tidak kecil, sebab merupakan sentral kegiatan nelayan, apalagi nelayan sudah lama menderita. Saya tidak setuju jika anggaran pembangunan PPI dialihkan, kalau orang tidak tahu masalah nelayan jangan asal bicara, termasuk anggota Dewan,'' paparnya. Soekimin berharap Dinas Kelautan dan perikanan agar konsisten dalam menyikapi masalah PPI ini, sebab merupakan tugas fungsionalnya. Ia berharap semua pendapat soal rencana pembangunan PPI baik yang pro maupun kontra akan membawa hikmah dan manfaat sehingga mendorong segera dibangunnya PPI dan diharapkan tahun depan sudah bisa dimulai. ''Soal tempat tak masalah, yang penting ada. TPI Ujung Pelabuhan Semarang yang lokasinya tak jauh dari menara mercusuar namanya pernah besar, bahkan lebih besar dari TPI di Jateng.''(E1-76) |