logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 25 November 2002 Semarang & Sekitarnya  
Line

Terkait Aliran Listrik Byar-Pet

Surat Gugatan ke PLN Segera Diajukan

SEMARANG- Dalih PLN terhadap aliran listrik yang belakangan byar-pet dengan alasan faktor alam seperti pohon tumbang ternyata tidak bisa diterima sebagian pelanggan. Penjelasan Asisten Manajer Humas PT PLN Distribususi Jateng/DIY Ir Embut Subiyanto, lingkungan buruk penyebab listrik putus (SM, 22/11) justru menuai protes dari berbagai kalangan.

Bukan hanya itu, Lembaga Advokasi Pembelaan Konsumen (LAPK) Semarang bertekad mengajukan gugatan class action terhadap pelayanan PLN yang kurang memuaskan akhir-akhir ini. Gugatan akan segera diajukan ke Pengadilan Negeri (PN) Semarang, pekan ini.

Direktur Hukum LAPK Subyakto SH MH mengemukakan hal itu, kemarin. ''Lembaga LAPK siap membantu masyarakat yang dirugikan untuk mengajukan gugatan class action,'' kata dia yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Jateng.

Dalam sepekan lalu, LAPK mendapatkan laporan dan keluhan warga, pribadi, dan perusahaan berkaitan dengan aliran listrik yang sering byar-pet di beberapa wilayah.

Kini LAPK tengah mengumpulkan data-data teknis untuk selanjutnya dirumuskan dalam materi berkas gugatan ke pengadilan. Sesuai dengan peraturan MA RI Nomor 1/2002, hakim akan memprioritaskan perkara menyangkut pelayanan publik yang lalai dalam memenuhi kewajiban. Gugatan terhadap pelayanan publik tersebut secara bersama-sama diajukan masyarakat dalam bentuk class action.

Selain berdasarkan Perma RI Nomor 1/2002 tersebut, gugatan kepada PT PLN Distribusi Jateng/DIY tersebut didasarkan pada UU Nomor 8/1999 tentang UU Konsumen. Dalam konsep tuntutan yang akan diajukan mendatang, PLN dituntut segera membenahi atau memperbaiki fasilitas pelayanan publik sehingga aliran listrik tidak byar-pet.

Masyarakat dalam persoalan ini jelas-jelas mengalami kerugian, sebab aktivitas produksi banyak terganggu. Selain itu, aliran listrik yang sering byar-pet mengakibatkan alat-alat listrik di rumah tangga, kantor, dan pabrik menjadi mudah rusak.

Prayitno, warga Bukit Menur 164, Perumnas Sendang Mulyo mengakui komputernya menjadi cepat bodhol. Gara-gara listrik lekas mati dan hidup lagi secara tiba-tiba.

Selain itu, kegiatannya yang mengandalkan bantuan komputer menjadi terganggu. ''Jika terus-terus listrik mati-hidup begini, pelanggan saya bisa kabur,'' keluh pemilik usaha desain grafis itu.(F1,G1-45j)

Urun Rembuk

Faris Muhammad Nur, warga Krobokan Semarang Barat: PLN seharusnya tanggap dengan persoalan warga yang sudah dialami bertahun-tahun. Listrik di tempat kami sering tiba-tiba mati, lalu hidup lagi dan mati lagi. Setiap ada petir, angin besar, dan hujan listrik pasti padam. Bila padam sore, pagi hari baru menyala. Kami pernah mengecek ke PLN. Katanya interkoneksi dengan gardu listrik Ungaran. Saya merasa dirugikan atas pelayanan yang tidak memuaskan itu. Sudah tahu penyebabnya kok tidak direaksi. Gimana nih?

Prayitno IGE, swasta, tinggal di Bukit Menur 164 Perumnas Bukit Sendang Mulyo : Lantaran listrik byar-pet, pekerjaan terganggu. Saya mengandalkan pekerjaan dengan komputer. Listrik yang sering mati itu jelas merugikan dan menghambat aktivitas. Selain itu, dua bulan ini saya sudah mengganti bohlam listrik yang mati tiga kali di tempat yang sama.

Haryono, warga Jalan Pedurungan Tengah 12: Wah, saya sering mendapat komplain dari pelanggan percetakan. Karena listrik mati mesin cetak otomatis tidak bisa beroperasi. Pesanan yang seharusnya sudah diambil harus tertunda lantaran belum jadi. Tambahan lagi, terlalu sering listrik mati itu membuat tagihan rekening membengkak. Pasalnya, mesin cetak itu bertenaga listrik relatif tinggi.(G1,F1-45J)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA