
| Senin, 25 November 2002 | Semarang & Sekitarnya |
Stok Bahan Pokok AmanBALAI KOTA- Stok bahan kebutuhan pokok menyongsong Lebaran 1423 H, Natal, dan Tahun Baru 2003 untuk wilayah Semarang dinyatakan masih aman. Stok untuk bahan-bahan seperti beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, daging sapi, daging ayam, dan telur ayam masih mencukupi untuk beberapa bulan ke depan. Kepala Kantor Informasi dan Komunikasi Kota Drs Masrohan Bahri MM didampingi Kasi Perencanaan dan Pengendalian Hery Susanto SH, kemarin mengatakan, produksi beras 2002 di Jateng tercatat 4.461.900 ton, sedangkan kebutuhan 3.418.000 ton, sehingga surplus 800.000 ton. Stok beras Semarang di Sub Dolog Wilayah I Semarang dan Pasar Dargo, menurut data dari sub dolog tersebut pertanggal 11 November 2002 sebanyak 15.900 ton. Adapun Dolog Jateng masih memiliki stok 231.314,16 ton (per 21 Oktober 2002). Persediaan sebesar itu cukup untuk lima bulan ke depan, termasuk pelaksanaan operasi pasar bila terjadi gejolak harga. Untuk gula pasir, kata Masrohan, produksi nasional tercatat 1.900.000 ton/tahun, sedangkan kebutuhan diperkirakan 3.100.000/tahun, sehingga masih kurang 1.200.000 ton/tahun. Untuk itu diambil kebijakan impor gula.
Di Jateng, kata dia, produksi gula pasir tahun 2002 diestimasikan 210.190 ton, dipasok dari delapan pabrik gula (PB) di bawah PTPN IX dan PB Trangkil. Kebutuhan diperkirakan mencapai 360.000 ton/tahun atau rata-rata 30.000 ton/bulan, sehingga masih kurang 150.190 ton/tahun. Namun kekurangan tersebut bisa dipenuhi dari lokal (Jabar, Jatim, Lampung, dan Medan), serta impor. "Meski di Jateng masih terjadi kekurangan, namun cukup untuk mengamankan hari-hari besar, seperti Lebaran, Natal, dan Tahun Baru 2003." Untuk Semarang stok gula pasir yang berada di PT Santoso ABR, PT Inti Utama, dan PT Cipta Kencana sebanyak 8.134 kwintal, pertanggal 11 November 2002. Yakni terdiri atas gula Trangkil 3.132 kwintal, Sragi 2.500 kwintal, Pangkah 2.302 kwintal, dan lokal Pagolan 500 kwintal. "Kebutuhan fisik minimum penduduk Semarang dalam mengonsumsi gula pasir 2.100 ton per bulan, sehingga masih ada stok empat bulan ke depan." Minyak Goreng Untuk minyak goreng, kata dia, stok di Semarang per 11 November 2002 sebanyak 12.225 ton (minyak curah). Stok tersebut ada pada PT Asean Agro, PT Tirta Eka, PT Smart, dan PT Bina Karya. Berdasarkan kebutuhan fisik minimum, dibutuhkan 2.520 ton/bulan. Dengan demikian, stok cukup untuk lima bulan ke depan. Kebutuhan tepung terigu di Semarang diperkirakan 72.000 ton/tahun atau rata-rata 6.000 ton/bulan. Produksi tepung terigu di Jateng, kata dia, tercatat 552.000 ton/tahun, dari PT Sriboga Semarang dan PT Pangan Mas Cilacap. Dari PT Bogasari Jakarta dan Surabaya, melalui distributor di Jateng digelontorkan 120.000 ton/tahun, sehingga jumlah stok mencapai 672.000 ton/tahun. Untuk daging sapi, jelas dia, estimasi produksi di Jateng selama 2002 sebesar 56.245 ton, sedangkan kebutuhan konsumen diperkirakan hanya 10.140 ton/tahun atau rata-rata 845 ton/bulan. Rumah Pemotongan Hewan Semarang, pada November dan Desember 2002 menaikkan 20% produksi normalnya, sehingga bisa memenuhi kebutuhan dalam menghadapi hari-hari besar. Kebutuhan daging ayam broiler juga diperkirakan cukup. Produksi di Jateng pada 2002 diperkirakan 65.665 ton, sedangkan kebutuhan diperkirakan 34.195 ton/tahun atau 2.849 ton/bulan.(G7-71) |