logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 25 November 2002 Semarang & Sekitarnya  
Line

Pusat Perbelanjaan Mulai Berjubel

  • Memacetkan Arus Lalu Lintas

SEMARANG- Meski Lebaran masih 11 hari lagi, grengseng menyambut kedatangan hari kemenangan umat Islam itu kian terasa. Pusat-pusat perbelanjaan dan pasar tradisional mulai diserbu pembeli.

Pantauan Suara Merdeka Sabtu malam lalu, warga Semarang mulai tumplek bleg di Java Supermall, Plasa Simpanglima, Mal Ciputra, Ramayana Simpanglima, Sri Ratu Pemuda, dan sejumlah pusat perbelanjaan lainnya.

Akibat banyak orang menuju pusat perbelanjaan di kawasan Simpanglima, arus lalu lintas di pusat kota tersebut menjadi tersendat. Kebetulan bersamaan suasana malam Minggu, sehingga makin menambah ruwet lalu lalang kendaraan bermotor.

Kemacetan paling parah terjadi di pojok antara Mal Ciputra dan Plasa Simpanglima. Pengguna jalan yang akan menuju Jalan KH Ahmad Dahlan harus bersusah-payah berebut dengan pengguna lain yang akan menuju Jl A Yani ataupun mengitari Simpanglima.

Di seputar Ramayana Jl Pahlawan, malam Minggu hingga Minggu kemarin parkir mobil di sepanjang jalan penuh. Sampai-sampai tikungan untuk jalan pintas dari arah selatan Jl Pahlawan juga dimanfaatkan untuk parkir.

Diserbu Pengunjung

Pemandangan serupa juga terjadi di Java Supermall. Pusat perbelanjaan yang lokasinya di pinggir jalan utama Semarang-Solo itu pada malam Minggu lalu juga diserbu pengunjung. Tak pelak, kemacetan panjang terjadi di beberapa ruas jalan menuju mal tersebut. Antrean panjang mobil terjadi hingga di Jalan Sriwijaya, MT Haryono dan Lampersari. Akibatnya, lalu lintas makin ruwet ketika kendaraan dari empat arah bertemu di bangjo perempatan Peterongan.

''Butuh waktu sampai 30 menit dari Jalan Sriwijaya menuju Java Supermall,'' kata Matronji, warga Wonodri yang mengendarai Toyota Kijang dan akan membeli baju untuk anaknya ke Java Supermall.

Pasar-pasar tradisional juga tak kurang ramainya, makin sesak pengunjung. Di Pasar Johar, kemarin berjubel orang yang ingin membeli pakaian ataupun bahan makanan. Saking ramai pengunjung, orang harus bersusah-susah untuk berjalan di lorong-lorong pasar itu.

Suasana ramai di Pasar Johar mungkin karena banyak pedagang/toko yang memberikan diskon. Begitu pula di sepanjang jalan menuju pasar itu, banyak orang yang menawarkan produknya dengan harga obral.

Hal serupa terjadi di Pasar Pedurungan. Pasar yang tidak terlalu besar itu pun kemarin sejak pagi hingga siang, penuh sesak pengunjung.(B8,F2-45k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA