logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 25 November 2002 Ekonomi  
Line

Carnesia Diluncurkan Tahun Depan

  • Minibus Buatan Texmaco Group

SEMARANG-Pada tahun depan Texmaco Group akan meluncurkan minibus, yakni Carnesia. Mobil berkomponen lokal di atas 90% itu diharapkan menjadi mobil nasional pertama di kelasnya. Demikian kata Presiden Direktur Marimutu Sinivasan ketika berkunjung ke Kantor Suara Merdeka Jalan Kaligawe Km 5, Sabtu lalu.

Sinivasan diterima oleh Pemimpin Umum Suara Merdeka Ir Budi Santoso, Direktur PT Masscom Graphy Kukrit Suryo Wicaksono MBA, dan Wakil Pemimpin Redaksi Sasongko Tedjo.

Sinivasan mengatakan, kini pihaknya sudah mempersiapkan proses produksi dan bahan baku yang akan digunakan. Hampir semuanya hasil produksi Texmaco.

Mobil yang akan diluncurkan pada pertengahan 2003 itu, kata dia, bagian dari pengembangan perusahaan sebagai pelopor industri otomotif di Indonesia. ''Itu kami lakukan karena pasar dalam negeri sangat potensial. Kami berobsesi Carnesia akan menjadi mobil nasional,'' jelas dia.

Bentuk Carnesia, lanjut dia, mirip Toyota Kijang. Namun, karena seluruh proses produksinya termasuk mesin dibuat oleh Texmaco, harga jualnya 40% di bawah harga mobil kelas yang sama.

Mobil tersebut, kata dia, akan diproduksi dua jenis dengan pilihan interior berbeda. Yakni, untuk interior kelas atas akan dipasarkan Rp 105 juta dan Rp 75 juta kelas biasa.

''Semua kami kembangkan sendiri. Mulai software hingga mesin, dari hulu hingga hilir,'' ungkapnya.

Pangsa Pasar

Dia optimistis kendaraan dengan harga jauh di bawah pemain lama tersebut akan memiliki pangsa pasar besar. Itu juga didukung oleh kemampuan mengembangkan industri otomotif mengingat drive line utama, misalnya fasilitas pabrik mesin, transmisi, dan gardan telah dimiliki. ''Harapan kami, paling tidak bisa membuat mobil yang berkualitas sama dengan yang saat ini menjadi bench-mark di Indonesia,'' tandasnya.

Dia yakin, Indonesia sebenarnya memiliki kemampuan dan peluang besar untuk mengembangkan industri otomotif yang mandiri, tak bergantung lagi pada pemilik-pemilik merek dari luar negeri (prinsipal).

Selain itu, jelas dia, Indonesia punya kemampuan engineering (rancang bangun dan rekayasa) cukup tinggi. ''Kalau kita bisa mengembangkan industri otomotif sendiri, saya yakin akan maju. Tidak perlu investment besar-besar. Sebab, kita sudah bisa mengembangkan mulai software hingga mesin. Karena itu, produk kita akan kompetitif,'' tutur dia.

Apalagi, harga yang ditawarkan jauh lebih rendah daripada produk dari prinsipal luar negeri yang kini ada di pasaran. Itu karena perusahaannya yang sebelum itu dikenal sebagai produsen tekstil mempunyai fasilitas stamping, casting, forging, assembling, dan painting.

Lewat proses produksi yang terpadu, kata dia, kendaraan bermotor buatan Texmaco bisa memanfaatkan kandungan komponen lokal hingga 90%. Makin besar komponen lokalnya, kian besar pula manfaat lebih dan nilai tambahnya, karena makin banyak pihak yang terlibat.

Dia mengemukakan, di dalam negeri kendaraan-kendaraan produksi Texmaco sebenarnya mendapat pasar bagus. Beberapa instansi, misalnya TNI dan Polri serta perusahaan angkutan umum, sejak beberapa tahun lalu menggunakan bus Perkasa.(G2-53e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA