
| Senin, 25 November 2002 | Jawa Tengah - Pantura |
650 Pohon Pinus TerbakarKAJEN- Musim kemarau panjang tahun ini selain mengakibatkan bencana kekeringan, juga kebakaran hutan di wilayah Kajen, Kesesi, Kabupaten Pekalongan. Tercatat paling sedikit 650 pohon pinus terbakar dan sejumlah pohon di beberapa areal rusak. Ajun Adm KSKPH/Kepala Sub-KPH Pekalongan Timur Ir Ikok Suyoko saat ditemui Suara Merdeka seusai membuka pasar murah di Desa Kutorejo, Kajen membenarkan kejadian itu. Pasar murah yang menyediakan pakaian dan bahan kebutuhan pokok khusus warga Desa Kutorejo di tengah hutan pinus itu bertujuan membantu mereka menghadapi Lebaran. Pasar murah sehari itu disambut meriah warga sambil berbelanja. Didampingi Ir Setiawan Ajun KTKW dan Cahyo Asper/KBKP Kesesi, dia menjelaskan, areal hutan pinus yang terbakar itu hanya sekitar 5% dari luas tanaman total 1.700 hektare. Sejumlah pinus yang terbakar merupakan tanaman produktif, berupa getah sebagai bahan utama gondorukem. Berkurangnya jumlah pohon pinus akibat terbakar itu tidak memengaruhi lahan pekerja penyadap getah. Menyinggung kerusakan hutan akibat pencurian kayu yang dilakukan warga sekitar hutan, dalam penilaian Ikok, jumlahnya sangat kecil. Karena 90% warga desa-desa sekitar hutan dilibatkan menjaga hutan. Selain itu, semua warga setiap hari ikut bekerja sebagai penyadap getah dengan penghasilan rata-rata Rp 1 juta/bulan. Sementara itu, produksi getah setiap bulan 40 ton. Kecuali sebagai penyadap getah, sebagian warga juga ada yang menjadi pesanggem (penggarap lahan Perhutani) dengan tanaman palawija. Para pesanggem itu menanam tanaman tumpangsari di areal tanaman pinus. Setiap keluarga mendapat bagian areal garapan sekitar 0,25 hektare. Ajakan kepada warga untuk ikut sama-sama menjaga hutan sudah dilakukan Perhutani. Bahkan kini sudah ada 28 desa yang dibina dan disiapkan untuk menjadi desa model. Program itu salah satu upaya PT Perhutani mendidik warga sekitar hutan agar dapat memanfatkan hutan sebagai sumber pendapatan. Dengan demikian, mereka ikut menjaga kelestarian hutan lantaran bisa hidup dengan memanfaatkan hasil hutan.(P57-17j) |