logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 25 November 2002 Jawa Tengah - Kedu & DIY  
Line

Ditemukan 50 Granat Aktif

BANTUL - Dua warga Desa Baturetno, Kecamatan Banguntapan Bantul, Sabtu (23/11) kemarin secara tidak sengaja menemukan puluhan granat aktif jenis nanas di pekarangan depan rumah Kardi Raharjo (69).

Penemuan tersebut langsung membuat geger warga setempat, karena setelah dilakukan pengecekan, ternyata ditemukan benda mematikan itu sekitar 50 buah. Granat tersebut langsung dibawa Tim Jihandak ke Mako Brimob Polda DIY Baciro untuk diamankan.

Kapolres Bantul AKBP Drs Andriyanto Basuno didampingi Kapolsek Banguntapan AKP Susilo Triharjoko ketika dimintai konfirmasi memperkirakan, granat yang baru saja ditemukan masih aktif. Benda mematikan itu ditemukan oleh dua orang pekerja bangunan, Darusman (44), warga dusun Wiyono dan Triyono (36), warga dusun Ngentak, Desa Baturetno, Banguntapan Bantul.

Membuat Pondasi

Saat itu, keduanya sedang menggali tanah untuk membuat pondasi di samping rumah Kardi Raharjo. Namun baru 1,5 meter cangkul Darusman membentur benda keras seperti bongkahan batu yang dibalut tanah. Setelah diamati, ternyata jumlahnya tidak hanya satu melainkan banyak. Ketika salah satu benda diangkat, bukan bongkahan batu melainkan logam. Temuan itu langsung diberitahukan kepada Kardi Raharjo, bahkan setelah diamati secara seksama, ternyata benda itu granat yang setiap saat bisa meledak. Sehingga, langsung dilaporkan ke Polsek Banguntapan dan diteruskan ke Mapolres Bantul. Kemudian Polres Bantul minta bantuan Tim Jihandak Brimob Polda DIY.

Komandan Peleton Tim Jihandak Iptu Ervan Sumena bersama beberapa anak buahnya langsung terjun ke lapangan. Setelah dilakukan penyelidikan di tempat penemuan, mereka menemukan sedikitnya 50 granat yang diperkirakan masih aktif.

Tim Jihandak Brimob Polda DIY sempat terkejut karena tidak menduga menemukan benda mematikan yang jumlahnya banyak. Setelah mengevakuasi semua granat, siang kemarin benda membahayakan itu dibawa ke Mako Brimob Polda DIY Baciro untuk diperiksa lebih dalam lagi. Pagi ini (Senin 25/11), Tim Jihandak akan menjinakkan semua granat tersebut. "Kalau masih bisa dijinakkan, kami akan mencoba menjinakkan. Tetapi kalau tidak, terpaksa akan kami ledakkan di tempat yang lebih aman," kata Kapolres Bantul. Granat itu diperkirakan peninggalan masa penjajahan Belanda. (sgt-74)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA