logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 25 November 2002 Jawa Tengah - Kedu & DIY  
Line

Tanggul di Desa Sidomukti Dadal Lagi

  • Lima Desa Terancam

KEBUMEN - Di saat perbaikan tanggul dengan dua alat berat masih dikerjakan, musibah banjir lagi di Kali Kemit. Akibatnya, tanggul di Desa Sidomukti, Kecamatan Adimulyo, dadal lagi.

Panjang tanggul yang dadal Minggu dini hari kemarin mencapai sekitar 80 meter. Bahkan dua rumah warga Desa Sidomukti kembali tergenang, yakni milik Anwar Sandik (38) dan Sahri (42).

Penutupan tanggul sepanjang 125 meter memakai dua alat berat. Satu milik Pemkab Kebumen dan satu dari bantuan Dinas PSDA Provinsi. Namun terasa sia-sia, karena banjir kini menghanyutkan sebagian tanggul yang baru diperbaiki itu.

Menurut Camat Adimulyo Azam Fatoni SH melalui stafnya Suyono kemarin, saat ini arus di Kali Kemit cukup besar sehingga beberapa tanggul rawan dadal. Selain di perbatasan Desa Sidomukti dan Arjosari, ada beberapa desa yang terancam.

Adapun tanggul yang kritis meliputi Desa Bonjok, Sekarteja, dan Tegalsari Adimulyo. Tanggul sungai di desa itu melewati perkampungan padat. Bahkan luapan banjir di Sidomukti kemarin meluber ke areal sawah dan jalan di Desa Meles. Ketinggian air rata-rata 0,5-1 meter.

Perbaikan Darurat

Pihak kecamatan mengharap perbaikan tanggul dilakukan secara permanen. Sebab, saat ini ada ratusan rumah di dekat tanggul di daerah itu. Bila hujan deras dalam waktu lama dan tanggul dadal, dikhawatirkan airnya akan menggenangi rumah penduduk.

Kepala Sub-Dinas (Kasubdin) Pengairan DPU Kebumen Sunardjo STMM, kemarin telah meninjau tanggul di Sidomukti. Dia mengakui ada dadalan tanggul di tempat yang sama. Penyebabnya penutupan tanggul belum selesai, air banjir telah datang. Apalagi kondisi tanah di tanggul itu setelah musim kering belum begitu jenuh, tiba-tiba datang banjir besar sehingga tanggul itu langsung hanyut.

Menurut Sunardjo, guna mengatasi dadalan tanggul sementara ini dilakukan secara darurat. Yakni mencari tanah dan menutup tanggul dengan dua alat berat, memakai karung plastik dan bambu serta menutup dengan matras.

Dia mengakui, jika dipaksakan ditutup memakai kawat bronjong juga tidak efektif, sebab masih bisa hanyut terkena banjir. Apalagi saat ini curah hujan mulai tinggi dan debit air Sungai Kemit terus meningkat. Namun secara komprehensif, kata dia, perbaikan tanggul harus secepatnya dilakukan oleh Proyek Induk Pengembangan Wilayah Sungai Serayu-Bogowonto (PWSSB) di Sempor dan Pemkab Kebumen, mengingat sepanjang tanggul Kali Kemit sudah kritis.

Adapun perbaikan secara darurat selain dengan memakai matras juga perlu dicarikan tanah dari tempat terpisah. Sebab, untuk menutup tanggul itu tak bisa memakai tanah setempat karena bercampur lumpur.

Perbaikan permanen di tanggul-tanggul yang kritis itu, lanjut Sunardjo, menjadi kewenangan PWSSB. "Harus ada upaya komprehensif dan terpadu mengatasi daerah hulu dan hilir," kata dia.

Seperti diketahui, banjir pertama di Kebumen pekan lalu menyebabkan tanggul Sungai Kemit dadal di beberapa tempat dan merusak bendung Watubarut. Paling parah tanggul di Desa Sidomukti Adimulyo, bobol 125 meter. Tiga rumah penduduk rusak, dan puluhan rumah lainnya terancam. (B3-74)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA