
| Senin, 25 November 2002 | Jawa Tengah - Banyumas |
''Saya Tak Lupa pada Akar...''CILACAP- Bupati Cilacap, H Probo Yulastoro SSos MM mengatakan, meski sudah menjadi Bupati namun dirinya tetap terbuka untuk siapa saja. Termasuk bagi kalangan perbankkan, pengusaha jamu tradisional, maupun masyarakat lainnya. ''Pada dasarnya saya tidak berubah. Saya masih tetap terbuka untuk siapa saja. Hanya sekarang saya tidak bisa terlalu sering berkumpul dengan rekan-rekan pengusaha jamu maupun teman-teman di Bank Mandiri. Sebab, saya sudah menjadi milik masyarakat sehingga kegiatan saya pun cukup padat,'' katanya. Kembangkan Usaha Hal itu dikatakan Probo pada acara berbuka puasa bersama dengan para karyawan Bank Mandiri dan rekan pengusaha jamu di kantor bank itu belum lama ini. Probo mengajak para pengusaha jamu dan perbankkan bersama-sama mengembangkan dunia usaha di Cilacap. Usaha yang perlu dikembangkan tidak hanya usaha jamu tradisional saja, melainkan setiap usaha yang dipandang perlu untuk dikembangkan. ''Meski saya sekarang Bupati, saya tidak akan melupakan akar saya. Justru sebaliknya, saya akan selalu mengingat akar saya. Sebab, untuk memajukan dunia usaha saya harus merangkul rekan-rekan pengusaha, termasuk pengusaha jamu,'' kata Probo. Seusai buka puasa dan salat magrib bersama, Bupati Probo didampingi Wakil Bupati H Thohirin Bahri BA dan Kabag Humas Drs Slamet MM menuju ke Desa Karangjati, Kecamatan Sampang, guna menghadiri pengajian dalam rangka memeringati Nuzulul Qur'an di Masjid An-Nur. ''Saya minta maaf karena sekarang saya tidak dapat setiap hari bertemu dengan masyarakat Karangjati. Setelah dilantik saya harus tinggal di rumah dinas,'' kata Probo dihadapan warga yang menghadiri pengajian tersebut. Bagi Thohirin, kedatangannya pada acara Nuzulul Qur'an di Karangjati merupakan penampilan kali pertama di hadapan publik. Pada kesempatan itu, Thohirin mengatakan tidak akan pernah merasa alergi terhadap masyarakat dan staf yang bersikap kritis. ''Seorang pemimpin yang baik tidak boleh marah dan membenci stafnya yang kritis. Bahkan menjadi pemimpin harus selalu siap mendegar dan menerima masukan, kritik, dan saran dari staf dan masyarakat luas. Untuk itu, saya tidak akan pernah merasa alergi terhadap kritik yang disampaikan staf maupun masyarakat,'' ujarnya. (ag-68) |