logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 25 November 2002 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

Rakyat Sudah Cukup Memberi Kontribusi

PURWOKERTO-Arah kebijakan dan strategi peningkatan pendapat daerah sebaiknya dengan meningkatkan peran pemimpin di Kabupaten Banyumas, agar lebih cerdik dalam menarik masuknya investasi. Hasil pajak dan retribusi daerah memberi kontribusi 90 % pada pos pendapatan asli daerah (PAD).

Artinya, rakyat sudah cukup memberikan kontribusi. ''Kami sangat keberatan bila rakyat selalu dimunculkan untuk mencari pembenaran, karena sudah cukup sadar akan kewajibannya. Justru pemkab yang belum mampu sepenuhnya melayani hak masyarakat.''

Demikian pandangan umum Sugeng Riyadi, anggota DPRD Banyumas dari Fraksi Persatuan Amanat Demokrasi (FPAD/PPP), terhadap RAPBD 2003. Hal itu disampaikan dalam sidang paripurna dipimpin Ketua DPRD dr Tri Waluyo Basuki, Sabtu lalu.

Aparatur pengelola retribusi, katanya, justru perlu diperhatikan. Jangan sampai masyarakat mengeluh, sudah merasa melaksanakan kewajiban maksimal, hasilnya kurang sepadan.

Perawatan Jantung

Eniyati, dari FPDI-P, dalam pandangan umumnya mengatakan masyarakat menyambut gembira adanya dokter spesialis penyakit jantung di RSUD Banyumas. Sayangnya, beberapa pasien mengeluh karena dirujuk ke RS Margono Purwokerto, akibat RSUD Banyumas belum memiliki peralatan. Masalah ini agar mendapat perhatian.

Selain itu, katanya, ada aspirasi dari masyarakat Kecamatan Kebasen. Puskesmas pembantu di Desa Kaliwedi sudah direnovasi untuk antisipasi bencana alam, ditukar dengan balai desa. Kondisinya memprihatinkan, tak layak untuk Puskesmas. Juru bicara FKB, Achmad Daldiri mengatakan belanja pelayanan publik harus jauh lebih besar dari belanja aparatur.

Ny Sulastri AS (FPG) meminta bantuan penghargaan untuk kepala desa dan perangkat yang meninggal/pensiun saat ini Rp 10.000 agar ditingkatkan. (bd-68)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA