
| Senin, 25 November 2002 | Jawa Tengah - Banyumas |
Dipasang, Pengamat Elevasi Tanda BanjirBANYUMAS- Mengantisipasi datangnya bencana banjir, Posko Pengendalian Banjir di Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) Serayu-Citanduy, memasang alat pengamat elevasi dan patok-patok pendeteksi datangnya banjir. Alat-alat ini dipasang di puluhan sungai yang berpotensi mendatangkan banjir. Kepala Seksi Pengamanan dan Pengendalian Banjir di BPSDA Serayu-Citanduy, Ir Sudirman, ME mengatakan, alat-alat pemantau banjir tersebut, berupa AWLR, Peil Schaal dan PDAB. Semuanya telah ditempatkan pada 12 sungai besar yang berpotensi menimbulkan bencana banjir. Kedua belas sungai yang dipasang alat elevasi yaitu Sungai Serayu. Khusus sungai ini ditempatkan empat titik pemantau, yaitu di Bendung Singomerto, Bendung Mrica, AWLR Banyumas, dan Bendung Gerak Serayu. ''Sungai Serayu paling banyak ditempatkan titik pantau karena sungai itu melintas pada empat kabupaten di eks Karesidenan Banyumas. Sewaktu-waktu salah satu kabupaten dilanda banjir karena luapan Serayu, kabupaten lain bisa langsung waspada,'' kata dia. Lokasi Strategis Sungai lainnya yaitu Sungai Kalisapi, alat elevasi ditempatkan di Bendung Kalisapi. Sungai Tipar alat pantaunya di Bendung Kalijering, Sungai Logawa bertempat di Bendung Kediri dan Bendung Logawa. Alat pantau Sungai Tajum dipasang di Bendung Tajum, dan untuk Sungai Ijo di Bendung Kedung Kancil. Di Sungai Klawing, AWLR ditempatkan di Pangadegan, dan Sungai Pekacangan dipasang di Bendung Krenceng. Demikian pula, beberapa sungai di Kabupaten Cilacap. Sungai Cijalu Majenang alat elevasi ditempatkan di Bendung Cijalu. Sungai Cileumeuh dipasang di Bendung Cileumeuh dan Sungai Cilaca alatnya ditempatkan di Bendung Cilaca. ''Khusus mengantisipasi banjir dari luapan Sungai Citanduy, dipasang elevasi di Bendung Menganti,'' ungkap dia. Sudirman menambahkan, untuk sungai lainnya yang belum mempunyai titik pantau, telah dipasang tanda-tanda banjir berupa ratusan patok bambu. Patok ini, diberi warna hijau, kuning, merah ditempatkan di beberapa lokasi strategis yang semua orang bisa melihat dan memantaunya. Menurutnya, patok-patok tersebut tersebar di 30 sungai yang rawan dan sering terjadi banjir. Patok yang telah diberi warna itu, lanjut dia, dapat memberi isyarat akan datangnya bahaya banjir. (G17-68) |