logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 25 November 2002 Jawa Tengah - Pantura  
Line

''Lailatulkadar di Alquran''

LAITULKADAR atau malam seribu bintang yang hanya ada pada Ramadan selalu ditunggu-tunggu umat muslim. Di kalangan masyarakat ada yang berpandangan, laitulkadar akan muncul pada 10 hari terakhir pada tanggal ganjil.

Banyak cara dilakukan orang untuk mencari berkah bertemu dengan malam laitulkadar. Namun masih banyak yang keliru mengartikan dan mempraktikannya. ''Ada orang yang ingin mencari laitulkadar dengan zikir di tengah sungai atau naik gunung. Padahal, kuncinya hanya satu, baca Alquran,'' papar Ketua Takmir Masjid Shodiqul Amien Pasekaran Drs H Tuchwa D Mas'ud.

Dia mengungkapkan, sebenarnya laitulkadar itu sudah turun bersamaan dengan turunnya surat pertama Alquran Surat Al Alaq pada 17 Ramadan di Gua Hira atau yang sering diperingati sebagai Nuzulul Quran. ''Itulah qadar, karena di dalam surat itu Allah menyuruh iqra, membaca. Ya bacalah Alquran, hudalil mutaqin petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.''

''Malam laitulkadar itu hanya simbol. Allah sesungguhnya menciptakan simbol itu agar kita mengkaji Alquran lebih mendalam lagi.''

''Namun apabila Alquran itu tidak dibaca, ya tidak akan bertemu dengan laitulkadar. Karena itu pada Ramadan ini, Alquran dibaca agar kita ingat wahyu-wahyu Allah. Di sinilah kunci lailatulkadar berada,'' papar H Tuchwa D Mas'ud.(Arif Suryoto-17j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA