
| Senin, 25 November 2002 | Jawa Tengah - Pantura |
Tadabur Alam Jadi Acara FavoritTEGAL- Pada pagi hari yang segar Minggu (24/11) kemarin, puluhan anak-anak berkumpul di Pantai Alam Indah (PAI) Tegal. Mereka menikmati keindahan alam, kesegaran udara pagi, embusan angin, dan deburan ombak laut sambil berdoa dan menyanyi untuk meresapi keberadaan Tuhan. Mereka sedang berusaha mengenal Tuhan lewat alam. Itulah salah satu acara favorit yang digagas Panitia Syiar Ramadan Pondok Pesantren KH Muchlas Panggung Kota Tegal. Acara ini adalah tadabur alam, suatu kegiatan mengenal Tuhan lewat alam. Kegiatan tersebut bagian dari acara kuliah subuh anak-anak dan remaja sepanjang Ramadan. Setiap hari kuliah subuh di aula pondok. Namun khusus acara tadabur alam, anak-anak diajak bersantai ke pantai. Mereka bergembira sambil mengenal Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta. ''Kegiatan ini untuk selingan agar anak-anak tidak jenuh mengikuti kegiatan Ramadan,'' jelas koordinator kuliah subuh anak-anak dan remaja Achmad Subkhan SPd. Selalu Ramai Ramadan ini praktis kegiatan di Pesantren KH Muchlas sangat padat. Tidak kurang dari 10 mata acara yang digelar baik rutin tiap hari maupun hari tertentu sejak bakda subuh hingga malam hari. Selain kuliah subuh, anak-anak dan orang dewasa pada pagi pukul 07.00-08.30 mengikuti pengajian khairun nisa. Sore habis asar digelar kajian kewanitaan dan kuliah futur (pengajian menjelang berbuka puasa). Malamnya tadarus Alquran di Masjid Panggung. Daftar penceramah juga para pengasuh pondok, seperti KH Agil Marghubi, Drs H Syamsul Falah SH MHum, Fakhrudin BA, Solikhin MS, dan Mohammmad Tajri. ''Kami tidak hanya menggelar acara untuk memperdalam pengetahuan agama. Karena ada juga paket Ramadan, semacam bazar khas Yayasan Syiarul Islam yang diadakan pada 1 Desember nanti,'' ungkap Sekretaris Yayasan Syiarul Islam Drs H Syamsul Falah SH MHum. Yayasan tersebut yang mengelola pesantren KH Muchlas. Kesemarakan berbagai kegiatan Ramadan itu membuat lingkungan pondok selalu ramai sejak pagi hingga malam. Puncaknya pada Idul Fitri nanti, sebab banyak orang berziarah di Pemakaman Mbah Panggung yang terkenal. Lokasi pemakaman bersebelahan dengan pesantren.(A11-17j) |