
| Senin, 25 November 2002 | Jawa Tengah - Pantura |
1,3 Juta Mercon Dibuang ke Kali LojiPEKALONGAN- Polres Pekalongan memusnahkan 1,3 juta mercon dengan membuang ke Kali Loji depan Polres. Mercon yang dimusnahkan adalah hasil dua operasi pekan lalu. Kapolres Pekalongan AKBP Drs Anas Yusuf didampingi Kasatserse AKP Arifin yang dihubungi kemarin mengemukakan, mercon itu kali pertama disita dari tim Operasi Subuh pada sebuah bus malam yang melintas di jalan raya Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Rabu dini hari. Mercon senilai puluhan juta rupiah itu milik Tahril (65), warga Wiradesa. Kedua, Polres menyita 67.000 mercon cabai rawit, srengdor, dan leo. Penyitaan dilakukan di berbagai tempat terutama penjual di Kota dan Kabupaten Pekalongan. Operasi itu digelar Puskodalops dan Polsek. Mengingat mercon barang berbahaya dan mudah meledak, Polres segera merendamnya ke dalam air sungai. ''Itu untuk menghindari ledakan dahsyat lantaran jumlah cukup banyak.'' Bau Menyengat Kapolres menjelaskan, penemuan mercon dalam jumlah besar itu bermula dari kecurigaan polisi terhadap bus yang menurunkan penumpang disertai puluhan dos yang berbau menyengat seperti obat mercon. Tanpa panjang lebar, polisi itu mendekat dan menyita barang itu setelah diketahui dalam kardus yang berisi mercon. Bahkan pemiliknya dimintai keterangan di Mapolres. Tahril sebagai pemilik mercon tidak bisa mengelak, lantaran kepergok hingga kemudian pasrah digelandang ke Mapolres. ''Perbuatan itu sebagai tindak pidana ringan,'' ucap AKP Arifin. Namun apakah sudah diproses hingga ke pengadilan, dia mengaku tidak diproses lantaran pemiliknya rela merconnya dimusnahkan. Arifin menjelaskan, mercon itu dibeli Tahril dari Indramayu. Bila tidak keburu disita, rencananya mercon itu dipasarkan di Pekalongan dan sekitar. Semula Tahril akan membeli mercon di Tegal, namun kini tidak ada lantaran operasi aparat. Karena itu, Tahril kulakan di Idramayu. Adanya pengungkapan kasus itu, Kapolres menyinyalir Pekalongan sebagai lintasan peredaran mercon di wilayah pantura. Karena itu, pihaknya beroperasi rutin dan menghentikan serta mengeledah mobil yang mencurigakan. Selain itu, Polres juga memusnahkan 67.000 mercon yang disita dari seluruh wilayah Polsek. Dari sejumlah mercon itu, sebagian besar ditemukan Kepatihan Wiradesa dan Banyurip Alit, Pekalongan Selatan. Polres belum menemukan pembuatnya kecuali penjual kecil-kecilan. Dengan penyitaan puluhan ribu petasan ini diharapkan dapat mengurangi gangguan selama Ramadan. Sebab selama ini, meski Pekalongan dikenal sebagai Kota Santri, ada juga masyarakatnya yang menyulut mercon setelah maghrib yang mengganggu warga saat melaksanakan salat tarawih.(A15-17j) |