
| Senin, 25 November 2002 | Budaya |
Bruce Lee "Bangkit dari Kubur"NAMA Bruce Lee (almarhum), hingga kini masih menempati peringkat teratas sebagai bintang laga legendaris. Selepas kematiannya yang mengejutkan di Hongkong, Juli 1973, memang telah banyak muncul duplikatnya, seperti Bruce Le, Bruce Li, Dragon Lee, Canon Lee, Bronson Lee, dan masih banyak lagi. Namun menurut para kritikus film, tak satu pun artis tersebut yang mampu menyamai, apalagi melampui permainan kung fu Lie Siauw Lung. Kini, Bruce Lee seolah telah "bangkit" lagi dari kubur. Sebab tak lama lagi, penggemar film Bruce Lee dapat kembali menyaksikan kehebatan tendangan kungfunya yang super cepat, teriakan yang khas, yang tak dapat ditirukan oleh siapa pun. Bruce Lee akan kembali dihidupkan dan diproduksi oleh Shin Cine, sebuah perusahaan film Korsel, milik boss Chul Sin. Dengan biaya 50 juta dolar AS (sekitar Rp 450 miliar), sang jagoan kungfu berdarah Cina kelahiran San Fransisco yang sudah almarhum itu akan kembali beraksi. Napas kehidupan agar mantan bintang kungfu terkenal yang sudah meninggal itu kembali bergerak sesuai skenario, akan ditiupkan oleh teknologi digital computer generated images (CGI) serta tehnik rekayasa suara terbaru. Caranya? Yakni dengan mengolah berbagai citra (gambar-gambar) yang pernah ada dari mendiang Bruce Lee. Dalam film Dragon Warrior, Lee akan tampil sebagai jagoan berantem. Lee akan kembali memukul, menangkis, atau menendang beruntun ke depan, tendangan berputar, tendangan melompat untuk menghancurkan lawan. Yang jelas, melalui teknik pembuatan seperti itu, film-film terbaru Bruce Lee akan lebih heboh; karena gaya "aktor"-nya akan mirip dengan gaya berantem Bruce Lee yang sangat digandrungi para fans-nya pada 1970-an, seperti dalam film The Way of the Dragon. "Bruce Lee merupakan pribadi yang memiliki karisma hebat. Saya ingin kembali menghidupkan citra dirinya yang seperti itu," tandas Shin Cine. Ia berobsesi agar Dragon Warrior segera rampung, untuk kemudian diputar di bioskop-bioskop seluruh dunia dua tahun mendatang (2004). Shin menukas, tehnologi filmnya masih sangat baru. Teknologi film itu, mampu menghidupkan kembali citra Lee serta membuatnya berinteraksi dengan para aktor serta aktris yang masih hidup (masih bernapas). Salah seorang aktor akan merekam suaranya, mengikuti dialog yang akan diucapkan Lee. Berikutnya, program komputer akan mengubah rekaman suara tersebut, sehingga mirip dengan suara asli Lee almarhum. Diburu Produser di AS Bruce Lee lahir dengan nama Lee Yun Fan, di San Fransisco (AS) 27 September 1940. Ibunya, Grace, adalah wanita berdarah campuran Eropa. Ayahnya, Lee Hai Quan, adalah bintang opera cantonese. Lee besar di Hongkong, dan mulai mendapatkan peran dalam film The Beginning of a Boy. Pada usia 18 tahun, ia kembali ke AS dan diburu banyak produser film. Film Lee yang lain, The Big Boss, meraih box office dengan meraup keuntungan sebesar 3,1 juta dolar Hong Kong (sekitar Rp 840,1 juta). Sukses gemilang itu, dilanjutkan setahun kemudian dalam film The Way of the Dragon dan Fist of Fury. Film The Big Boss meledak di pasaran, dan meroketkan nama Bruce Lee ke jajaran bintang besar. Sementara Fist of Fury, semakin melemparkan Lee ke tangga popularitas yang lebih tinggi lagi. Dalam aksi-aksinya, Bruce Lee merupakan aktor laga yang kejam dengan gerakan-gerakan super cepat. Ciri khas Lee lainnya, adalah aumannya dan menjilat darah sendiri bagai seekor singa. Mata, rahang, dan jari-jarinya, merupakan sarana berekspresi. (Paulus-41) |