
| Senin, 25 November 2002 | Budaya |
Pekan Ketoprak Akhir Tahun di SoloSOLO-Keberadaan ketoprak Kerabat Kerja Seniman Muda Surakarta (KKSMS) yang setiap malam menggelar pentas di Taman Balekambang Solo, kini semakin memprihatinkan. Apalagi memasuki musim hujan; mereka sama sekali tidak pentas karena khawatir tak seorang pun penonton menyaksikan. "Sebenarnya, kalau masih ada yang menonton, meski hanya dua atau tiga orang sekalipun, kami upayakan untuk tetap pentas," ujar pimpinan panggung, Eko Bandot Purwono, kemarin. Menghadapi kondisi semacam itu, para pemain maupun pengurus KKSMS berupaya agar satu-satunya ketoprak tobong yang selama 12 tahun setiap malam manggung di Balekambang itu tetap bertahan. "Meskipun menggunakan gedung permanen, namun sebenarnya kami adalah ketoprak tobong yang hidupnya sangat bergantung pada penonton. Hampir seluruh pemain berasal dari ketoprak tobong, yang kelompoknya sudah bangkrut," imbuhnya. Didukung Mahasiswa Untuk mengangkat kembali keberadaan ketoprak itu, pengurus KKSMS mengajak para penggemar ketoprak untuk menggelar acara Pekan Ketoprak Akhir Tahun. Kegiatan yang akan berlangsung 13-17 Desember 2002 di Balekambang itu, didukung sejumlah kelompok ketoprak dari kalangan mahasiswa maupun pemain teater, seperti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) STSI, kelompok "Pendhapan" dari Teater Gidag-Gidig, "Wiswakarman" (mahasiswa UNS), dan "Ketoprak Werdha" (kelompok ketoprak usia lanjut), di samping kelompok KKSMS sendiri. Menurut ST Wiyono SKar, panitia yang juga pengurus KKSMS, acara itu dimaksudkan untuk mengangkat kembali keberadaan ketoprak di Balekambang Solo khususnya, dan kesenian tradisional itu pada umumnya. Selain menggelar pentas, kegiatan tersebut akan diawali dengan diskusi dan sarasehan yang akan menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan eksekutif, legislatif, pengusaha, dan para seniman. "Namun yang lebih penting lagi adalah memberdayakan para pemain ketoprak itu sendiri. Sebab dengan keberadaan ketoprak seperti saat ini, mereka masih bertahan menjadikan kesenian itu sebagai lahan hidupnya," katanya. Pekan Ketoprak Akhir Tahun yang berlangsung malam hari itu, akan diawali dengan upacara wilujengan, dilanjutkan pentas "Sang Senopati" dari UKM STSI pada 13 Desember. Setelah para mahasiswa seni tari menampilkan karyanya, acara dilanjutkan dengan pergelaran Kelompok KKSMS yang menyuguhkan lakon "Ronggolawe" (14/12). Pergelaran itu didahului dengan diskusi siang harinya. Kemudian, kelompok Wiswakarman (Sang Penangsang, 15/12)), Toprak Pendhapan (Pagebluk Sala, 16/12), dan hari terakhir ditutup dengan pementasan kelompok Werdha menggelar lakon "Layu Sebelum Berkembang".(sri-41) |