logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 18 November 2002 Olahraga  
Line

Uji Coba Segitiga Mungkin Batal

SEMARANG- Hingga kemarin, manajemen PSIS belum mendapat konfirmasi kesediaan melakukan uji coba segitiga di Semarang dari dua tim, Petrokimia Putra dan Persita Tangerang. Mengingat waktu sudah mendesak, ada kemungkinan rencana uji coba yang sedianya digelar 22 - 24 November di Stadion Jatidiri itu batal.

''Sampai hari ini (petang kemarin-Red) kami belum nendapat kepastian dari dua tim tersebut. Karena waktu sudah mepet, lebih baik kami batalkan. Uji coba hanya sekali, melawan PSS Sleman tanggal 23 November,'' tutur Manajer Tim PSIS, Yoyok Sukawi, petang kemarin.

Memang, setelah Petro sulit diharapkan, pihaknya mendapat tawaran dari Persita Tangerang yang ingin uji coba di Semarang. Tawaran itu dijadikan alternatif, sebagai pengganti Petrokimia Putra. Namun setelah diperjelas, runner up KLI VIII itu minta dua kali match fee, baik saat berhadapan dengan PSIS maupun saat berhadapan dengan PSS. Padahal yang ditawarkan sebelumnya, hanya minta dibelikan tiket kereta api pulang balik.

Kenyataan inilah yang menjadi pertimbangan manajemen, sehingga pembicaraan yang semula sudah matang kemudian mentah lagi. ''Sudah jelas kami akan rugi banyak. Masalahnya, saat Persita melawan PSS tidak akan ada penonton. Kondisi yang demikian, masih minta match fee,'' tegas Yoyok.

Dari tiga kali pertandingan, diperkirakan hanya dua kali pertandingan yang bisa menarik penonton, yaitu ketika tuan rumah turun bertanding. Partai lain diperkirakan sepi penonton. Padahal biaya pertandingan semua partai itu sama.

Batal di Kediri

Di sisi lain, rencana uji coba segitiga di Kediri tanggal 26 - 28 November juga akan dibatalkan. Semula, di kota tahu itu PSIS akan bermain dua kali, melawan Persik Kediri dan Gelora Putra Delta (GPD) Sidoarjo.

Tetapi sampai saat ini, GPD belum memberi kepastian. Sehingga ada kemungkinan segitiga di Kediri juga batal. ''Dari pada jauh-jauh hanya main sekali, lebih baik rencana ke Kediri kami batalkan,'' jelas Yoyok lagi.

Setelah ini, dia akan bicara dengan pelatih untuk mencari alternatif lain, dengan harapan PSIS yang kini sudah siap uji coba tidak terlalu lama - lama berlatih tanpa uji tanding.

''Kalau pelatih menyetujui, uji coba akan kami alihkan ke wilayah barat. Waktunya bisa setelah uji coba dengan PSS, bisa juga setelah lebaran. Semua tergantung dari kesiapan pelatih,'' tambahnya.

Dia juga mengungkapkan, sistem kompetisi musim depan masih belum jelas, apakah akan menggunakan satu wilayah atau dua wilayah seperti KLI sebelumnya. Kalau dua wilayah, ada kemungkinan PSIS masuk wilayah barat.

Alasannya, tim - tim yang promosi ke Divisi Utama adalah Persik Kediri dan Perseden Denpasar yang secara geografis berada di wilayah timur, menggantikan posisi Persebaya Surabaya dan Persema Malang yang degradasi.

''Makanya saya merencanakan uji coba dengan Pelita Krakatau Steel, Persita dan Persib Bandung. Kalau diterima, sekalian uji coba dengan Persija. Rencana ini kami maksudkan untuk penjajagan di wilayah barat.''

Seperti diketahui, KLI IX dijadikan satu wilayah atau tetap dua wilayah, masih terus menjadi bahan pembicaraan hangat. Enam belas tim dari 20 tim menghendaki satu wilayah, tetapi PSSI masih tetap ngotot dua wilayah.

''Banyak keuntungan kalau dijadikan satu wilayah. Sponsor akan lebih tertarik, karena pertandingan yang digelar masing - masing tim lebih banyak. Bagi penonton, juga bisa melihat secara langsung semua tim anggota Divisi Utama,'' tutur pelatih PSIS, Daniel Roekito. (C16-77)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA