
| Senin, 18 November 2002 | Semarang & sekitarnya |
11 Tanggul Perlu DiwaspadaiDEMAK - Setiap musim hujan, wilayah Demak tak pernah lepas dari masalah banjir. Apalagi beberapa hari ini curah hujan di wilayah itu cukup tinggi. Tahun ini Pemerintah Kabupaten Demak mengantisipasi kemungkinan buruk pada musim hujan itu. Seksi Perlindungan Masyarakat Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Joko Isdarwanto mengatakan, setidaknya ada 11 tanggul sungai perlu diwaspadai karena dikhawatirkan tak dapat menahan luapan air hujan. Tanggul-tanggul itu adalah kiri Kali Serang Lama di Desa Tedunan, Wedung kondisi tanggul rendah sepanjang sekitar 1.000 m, kiri tanggul Kali Wulan di Desa Pecuk Mijen juga rendah sepanjang sekitar 500 m, dan kanan tanggul Kali Jajar di Desa Poncoharjo, Bonang longsor sepanjang 100 m. Juga di kanan tanggul Kali Jajar di Bintoro, Betokan dan Singorejo, Demak Kota yang longsor sepanjang sekitar 180 m. Di kanan dan kiri Kali Branjangan di Desa Cabean dan Tempuran Demak Kota longsor sepanjang 275 m, kiri tanggul Kali Tuntang di Desa Ploso sampai Tambak Bulusan, Karangtengah, rendah. Tanggul Kali Dolok di Bulusari dan Loireng, Sayung juga rendah. Selain itu, lanjut dia, kiri tanggul Kali Setu di Desa Karangtengah rendah sepanjang 200 m, juga di Desa Prampelan sampai Desa Purwosari Sayung. Tanggul Kali Dolok di Desa Blerong Batu rendah sepanjang 7,5 m. Langkah Penanganan Untuk mengantisipasi dampak musim hujan musim tahun ini, pemerintah membentuk tim reaksi cepat, mendata daerah rawan, menyediakan obat-obatan, makanan pokok beras, mi instan, menyiagakan Satkorlak Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP), dan mempersiapkan puluhan ribu karung untuk menutup limpasan air. ''Kelengkapan teknis lain seperti dapur umum, dua mesin begu, tiga perahu karet, scuba diver, ambulans, tiga tenda besar, dan alat komunikasi telah kami siapkan,'' kata dia. Kepala Subdinas Pengairan Dinas Pemkiman dan Prasarana Wilayah Ir Bambang Purwoko memperkirakan curah hujan naik sekitar Januari 2003. Dia berharap tujuh kali besar di Demak dapat mengatasi luapan air hujan. Ketujuh kali itu adalah Kali Babon, Sayung, Dolok, Wonokerto, Tuntang, Jajar, dan Wulan. ''Sebab, di sejumlah lokasi pada tanggul kali itu sudah ditangani Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) Jateng. Misalnya peninggian dan pemadatan tanggul atau pengerukan kali.'' Namun dia berharap masyarakat mengantisipasi secara dini. Hal itu bisa dilakukan sekarang saat aman. ''Waktu-waktu aman seperti ini sebaiknya warga mengantisipasi. '' Dia mengemukakan persediaan karung oleh Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah untuk menutup tanggul terbatas. Karena itulah bantuan ke masyarakat dilakukan secara selektif. (G5-73g) |