
| Senin, 18 November 2002 | Semarang & sekitarnya |
Nelayan Berharap Semakin Sejahtera
SEMARANG UTARA-Rencana Pemkot membangun Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) di Tambaklorok, Kelurahan Tanjungmas, Semarang Utara mendapat sambutan positif warga nelayan setempat. Mereka berharap fasilitas itu dapat meningkatkan taraf hidup warga. Subowo, Ketua RW 13 mengatakan, PPI merupakan fasilitas bagi kapal penangkap ikan berukuran besar. Menurut dia, hal ini membuka peluang bagi warga nelayan setempat untuk bekerja di kapal-kapal itu. ''Warga secara berangsur-angsur bisa meninggalkan kehidupannya sebagai nelayan tradisional, sehingga tingkat perekonomiannya pun diharapkan meningkat.'' Selama ini, nelayan tradisional di Tambaklorok hanya menggunakan perahu kecil yang disebut sopek, berbekal jaring arad. Pihaknya mengakui penggunaan jenis jaring itu dilarang. Dia menyadari pula, jaring tersebut merusak ekosistem perikanan. Dampak negatifnya kini telah mereka rasakan. Dalam radius 4 jam pelayaran menggunakan sopek, ikan sudah sulit didapat. ''Warga setempat menganggap dasar laut sudah rata, sehingga ikan juga tidak bisa berkembang biak,'' tuturnya. Kondisi semacam itulah yang membuat perekonomian warga nelayan di kawasan itu kian sulit. Namun, dia juga minta Pemkot tidak begitu saja melarang penggunaan arad. Hilang Jika kapal-kapal besar dapat masuk dan warga dapat bekerja sebagai nelayan modern, penggunaan jaring arad berangsur-angsur akan hilang. Karena itu dia minta setelah PPI jadi, pemerintah berupaya agar kapal-kapal ikan yang semula merapat di pelabuhan lain, bisa masuk ke Tambaklorok. Ketika ditanya soal lokasi, dia meminta lokasi PPI tidak berada di sebelah utara perkampungan nelayan. Alasannya, hal itu akan mengganggu aktivitas Pelabuhan Tanjung Emas. Lokasi di sebelah utara perkampungan nelayan juga membahayakan para nelayan. Sebab, bisa jadi saat mulai melaut berpapasan dengan kapal penumpang dari Tanjung Emas. Menurutnya, lokasi yang paling tepat adalah di sebelah timur laut perkampungan. Yaitu antara Kali Mati bekas Banjirkanal Timur dan Kali Banger. Area di tempat itu diperkirakan lebih dari 30 hektare. Dia mengakui pula pernah mendengar ada rencana membangun PPI di Trimulyo Kecamatan Genuk. Menurutnya, jika Pemkot menetapkan lokasi PPI di Trimulyo, harus diikuti relokasi warga. ''Masalahnya, warga nelayan belum tentu mau dipindahkan,'' tandas dia. (G6-13k) |