
| Senin, 18 November 2002 | Ekonomi |
Analisis Pasar ModalMemilih Saham Peka DolarPenguatan dan kemelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS akan memengaruhi kenaikan dan penurunan harga jenis saham tertentu. Di antaranya saham Grup Astra Internasional. Di antara saham Grup Astra, jenis saham manakah yang paling peka terhadap pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS? Penguatan kurs rupiah akan dapat mengurangi beban emiten yang terkait dengan kewajiban utang dan lebih lanjut dapat menaikkan harga saham perusahaan. Pengaruh lain dari penguatan rupiah adalah dapat menyebabkan perbaikan kondisi aspek finansial masing-masing emiten, misalnya berupa earning per share (EPS), return on asset (ROA), return on equity (ROE), dan price earning ratio (PER). Makin tinggi angka EPS, ROA, dan ROE berarti menunjukkan kian baik fundamental perusahaan serta dapat meningkatkan harga saham perusahaan. Perusahaan PT Astra Internasional merupakan perusahaan otomotif yang mempunyai kinerja dan fundamental baik. Kelemahannya adalah mempunyai jumlah utang yang banyak, terutama dalam bentuk dolar AS. Angka debt equity ratio (DER) Astra Internasional 4,03 mengandung arti bahwa utangnya 4 kali dari jumlah modal sendiri. Perusahaan lain yang tergabung dalam Grup Astra di antaranya adalah PT Astra Otopart (AUTO), PT Astra Agro Lestari (AALI), United Tractors (UNTR), PT Astra Graphia (ASGR), dan PT Komatsu Indonesia (KOMI). Angka DER perusahaan tersebut berturut-turut AUTO (0,80), AALI (0,95), UNTR (4,35), ASGR (1,55), dan KOMI (0,15). Untuk mengetahui jenis saham mana yang paling peka terhadap pergerakan kurs rupiah dapat digunakan metode regresi dan korelasi. Pengamatan dengan menggunakan data series mingguan sejak awal tahun 2002 (n=22) didapatkan angka korelasi hubungannya. Angka hubungan yang paling kuat dan signifikan antara harga saham dan kurs rupiah, yaitu saham Astra Internasional (4=0,935). Artinya, pergerakan kurs rupiah sangat peka terhadap fluktuasi kenaikan dan penurunan harga saham ASII. Utang Besar Hal itu konsisten dengan angka DER (4,3) yang menunjukkan jumlah utangnya sangat besar. Dengan kurs rupiah terhadap dolar AS saat ini Rp 9.000-an kinerja keuangan saham ASII menunjukkan keadaan yang baik, yaitu ROA (16,27%), ROI (88,88%), PER (1,15), dan pendapatan per lembar saham Rp 1.693. Sejak awal tahun 2002 fluktuasi kurs rupiah bergerak dalam kisaran tertinggi Rp 10.400 dan terendah Rp 8.600. Harga saham Astra Internasional berfluktuasi dari harga terendah Rp 1.800 dan tertinggi hampir Rp 5.000 (16/6), yaitu pada saat kurs rupiah Rp 8.600/dolar AS. Meskipun fundamentalnya baik, bayangan pemenuhan kebutuhan dana untuk kewajiban angsuran pinjaman yang akan jatuh tempo yang kurang lancar telah memengaruhi posisi harga saham ASII pekan lalu (15/11) Rp 1.900. Untuk jenis saham lain dalam Grup Astra yang signifikan mempunyai hubungan dengan kurs rupiah, sesuai dengan urutannya adalah AALI (r=-0,964), AUTO (r=-0,826), saham UNTR (r=-0,777), dan ASGR (r=-0,423). Hubungannya bersifat berlawanan (-), artinya makin tinggi angka nominal kurs rupiah (melemah), harga jenis saham tersebut akan kian turun, demikian pula sebaliknya. Untuk saham Komatsu Indonesia (KOMI), hasil pengamatan tidak signifikan. Artinya, pergerakan kurs rupiah tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan pergerakan harga saham (KOMI). Saham Astra Otopart (AUTO) dan Astra Agro Lestari (AALI) mempunyai rasio utang tidak besar, yaitu DER AUTO (0,80) dan AALI (0,95). Artinya, jumlah utang tidak melebihi jumlah modal sendiri. Namun angka korelasinya menunjukkan harga sahamnya mempunyai hubungan signifikan dengan pergerakan kurs rupiah. Hal itu terjadi karena meskipun utangnya tidak banyak, PT Astra Otopart dan PT Astra Agro Lestari mempunyai hubungan erat dengan PT Astra Internasional. Dalam komposisi kepemilikan modal saham mayoritas (lebih dari 51%) dimiliki oleh PT Astra Internasional. Saham PT Astra Internasional merupakan anutan bagi kelompoknya. Hasil korelasi saham ASII dengan kelompoknya sesuai dengan urutannya, yakni AALI (r=0,919), AUTO (r=0,914), UNTR (r=0,853), dan ASGR (r=0,573). Angka korelasi menunjukkan positif atau searah, berarti kenaikan harga saham ASII akan signifikan berdampak pada kenaikan saham AALI, AUTO, UNTR, dan ASGR. (Sugeng Wahyudi, pengajar pada Program MM Undip-53t) |