
| Senin, 18 November 2002 | Jawa Tengah - Pantura |
Terminal Pagojengan Tak BerfungsiBUMIAYU-Sejak diresmikan pada tahun 1992, terminal bus Bumiayu di Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, tidak berfungsi. Setiap hari terminal kosong, tak ada kendaraan yang mau masuk. Ketiadaan angkutan umum, baik bus maupun nonbus, yang masuk karena di terminal itu tidak ada penumpang. Terminal jauh dari keramaian Kota Bumiayu. Jaraknya sekitar 5 km. Tujuan dibangun terminal di Desa Pagojengan saat itu adalah untuk mengurangi kemacetan di Kota Bumiayu yang saat itu antara pasar, terminal, dan angkutan umum seperti becak dan andong berjubel menjadi satu. Karena lokasinya jauh dari keramaian, tak ada bus dan nonbus yang masuk ke terminal. Penumpang juga tidak mau diturunkan di terminal Pagojengan karena masih jauh dari Bumiayu. Kepala Terminal Bumiayu Ari Mardijono mengakui sepinya terminal itu. ''Terminal menjadi sepi dan seperti tak berfungsi karena jauh dari keramaian. Penumpang jarang sehingga awak angkutan tetap ke Bumiayu Kota yang banyak penumpang,'' jelas Ari. Ketiadaan angkutan umum yang masuk ke terminal Bumiayu di Pagojengan itu membuat pendapatan dari retribusi sangat kecil. Retribusi itu diperoleh dari kesadaran awak angkutan yang mau membayarnya. Biasanya petugas mengadang di tepi jalan depan terminal untuk menarik retribusi. Saat diresmikan, ada awak angkutan umum yang mau masuk. Itu pun setelah didesak petugas. Namun itu hanya berlangsung pada bulan-bulan pertama. Setelah dua atau tiga bulan, tak ada bus dan nonbus yang masuk ke terminal. Mereka semua kembali seperti semula, menaikkan dan menurunkan penumpang di Bumiayu hingga sekarang. ''Meminta awak angkutan umum menaikkan atau menurunkan penumpang di terminal Pagojengan saat ini susah. Hampir semua penumpang minta turun di Bumiayu yang menjadi pusat keramaian. Bus dan nonbus akhirnya mangkal di Bumiayu karena penumpang kebanyakan di Bumiayu,'' jelas Ari.(so-20c) |