
| Senin, 18 November 2002 | Jawa Tengah - Banyumas |
Atap Sekolah Roboh60 Siswa Belajar di Rumah PendudukBANYUMAS- Sebanyak 60 siswa SD Tanggeran I Kecamatan Somagede Banyumas, sudah dua minggu sejak Jumat (1/11), harus mengikuti kegiatan belajar di rumah penduduk. Mereka terpaksa mengungsi dari sekolah, karena tiga ruang kelas yaitu kelas II, III, IV atapnya telah ambrol. Camat Somagede Said Hariyadi kepada Suara Merdeka, Minggu kemarin menjelaskan, ambrolnya tiga atap tersebut karena atap ruangan itu kayu-kayunya lapuk dan bangunannya tua. Kondisi itu diperburuk dengan hujan deras yang turun untuk kali pertama di Somagede. ''Begitu hujan turun, bagian atap langsung ambruk menimpa meja dan kursi di ruang kelas itu,'' ujarnya. Keenam puluh siswa yang belajar di rumah penduduk itu merupakan murid kelas V dan VI. Akibatnya, murid dari empat kelas lainnya harus digilir menggunakan kelas yang masih aman. ''Kelas I sampai IV digilir pagi dan siang menempati tiga ruangan yang masih bisa dipakai.'' Banyak Rusak Menurutnya, dalam musibah ambruknya atap tersebut tidak ada korban jiwa karena kelas sedang tidak dipakai. Sekolah tersebut memiliki sekitar 180 murid. Atas kejadian ini sudah dilaporkan ke Bupati Banyumas. Dijelaskan, SD Tanggeran I selama ini belum pernah diperbaiki dan hanya dilakukan tambal sulam yang didanai masyarakat setempat. Meski musibah itu sudah dilaporkan namun belum ada bantuan dari Pemkab untuk memperbaikinya. Kerusakan yang sama menimpa SD Nusamangir II Kecamatan Kemranjen. Asisten II Ekonomi Pembangunan, Suyatno SSos, kemarin menjelaskan, akibat hujan lebat yang turun sejak Rabu (6/11) ruang kelas VI sekolah itu mengalami rusak berat. Ruang kelas itu temboknya retak-retak akibat tanahnya ambles. Akibat musibah ini, sebanyak 17 siswa kelas VI kegiatan belajarnya dipindahkan ke ruang Unit Kesehatan Sekolah.(G17-68) |