logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 18 November 2002 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

Dikhawatirkan Bakal Terjadi Penumpukan Bus di Terminal

  • Selama Angkutan Lebaran

PURWOKERTO- Menjelang angkutan Lebaran 2002, terminal Purwokerto menghadapi beberapa persoalan. Yang paling mengganjal adalah kondisi terminal yang sudah tidak layak untuk menampung bus masuk. Dikhawatirkan, pada Lebaran tahun ini terminal bus tidak mampu menampung lonjakan penumpang dan kendaraan.

Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan (Dishub LLAJ), Drs Heru Santosa, Minggu (17/11) mengungkapkan, kondisi tersebut karena lahan untuk terminal sekarang hanya 1,2 hektare.

Akibatnya, pergerakan bus sangat statis dan terjadi penumpukan di dalam terminal. Padahal, idealnya terminal Purwokerto membutuhkan wilayah seluas 5 hektare.

Dengan luas terminal hanya 1,2 ha, normalnya cuma mampu melayani 92 bus antarkota antarprovinsi (AKAP) atau antarkota dalam provinsi (AKDP) per hari. Kenyataannya, sampai saat ini ratusan bus AKAP dan AKDP sudah masuk ke terminal.

''Bahkan diperkirakan pada puncak angkutan Lebaran tahun ini mencapai 565 bus/ hari yang masuk keluar terminal Purwokerto,'' jelas dia.

Sekitar Terminal

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, setiap kendaraan yang masuk ke terminal diharuskan hanya sebentar saja. Menurutnya, ini dilakukan untuk mengantisipasi penumpukan bus di dalam terminal. Antisipasi lainnnya kemungkinan bus diparkir pada jalan-jalan yang lebar di sekitar terminal.

Heru menambahkan, menghadapi angkutan Lebaran ini, telah dibentuk tim posko terpadu angkutan Lebaran. Bidang tim angkutan, sudah melakukan koordinasi dengan aparat terkait, seperti Polres Banyumas dan Dinas Bina Marga.

Selain itu, kepada pengusaha angkutan agar melengkapi persyaratan teknis armadanya dan meningkatkan pelayanan.

''Soal tarif, penelantaran penumpang dan keselamatan penumpang harus diperhatikan, agar tidak merugikan penumpang,'' jelasnya.

Mengenai jumlah armada angkutan Lebaran, dia menjelaskan, ada penambahan jumlah armada. Untuk reguler, armada yang dikerahkan biasanya 92 bus, namun dalam Lebaran nanti ada penambahan 100 bus.

''Secara makro, sarana angkutan Lebaran mencukupi dengan tambahan bus bantuan.''

Penambahan tidak hanya pada jumlah armada saja, melainkan pada jumlah petugas. Petugas intern biasanya 40 personel, khusus Lebaran menjadi 60 petugas.

Dijelaskan, saat ini telah dilakukan penambahan rambu-rambu lalu lintas di jalur alternatif. Sebanyak 16 rambu-rambu tambahan dipasang untuk membantu pemakai jalur alternatif, bila jalur utama mengalami kemacetan.

Jalur alternatif tersebut antara lain, Sangkalputung-Kalibagor, Tanjunglegok-Karangsalam-Karanglo, Sumpiuh-Pesantren-Prembun (Tambak).

Pemkab Banyumas membentuk empat tim untuk menghadapi Lebaran. Asisten Ekonomi Pembangunan Suyatno SSos kepada Suara Merdeka, mengungkapkan, keempat tim tersebut adalah tim pemantau sembilan bahan kebutuhan pokok (sembako), tim lalu lintas angkutan jalan, tim keamanan dan ketertiban, dan terakhir tim pariwisata.

Menurutnya, khusus tim pemantauan kebutuhan sembako di bawah kendali asisten ekonomi pembangunan. (G17-47)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA