logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 18 November 2002 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

Tujuh Desa Nusawungu Masih Rawan Banjir

CILACAP - Tujuh desa di Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, rawan banjir. Ketujuh desa itu antara lain Desa Nusawungu, Klumprit, Kedungbenda, Banjareja, Karangsembung, Purwodadi, dan Nusawangkal. ''Ketujuh desa tersebut merupakan desa langganan banjir,'' kata Sekcam Hariyanto.

Menurutnya, tiap tahun wilayah Kecamatan Nusawungu dilanda banjir. Ada lima sungai yang menyempit dan dangkal oleh proses sedimentasi. Di antaranya, Sungai Jambe, Kuniran, Banjaran, Bodo dan Sungai Ijo. Bila musim hujan sungai itu tak mampu mengalirkan air ke Lau Selatan dan mengakibatkan banjir.

Dia juga mengatakan, banjir yang melanda Nusawungu bukan hanya akibat hujan tapi juga oleh datangnya kiriman air dalam jumlah besar dari arah barat (wilayah Kecamatan Kroya, Cilacap) dan dari arah utara (Desa Sibrama, Sumpiuh, dan Sibalung, yang masuk wilayah Banyumas).

''Faktor air pasang juga ikut menciptakan banjir dan air sulit masuk ke laut karena air laut pasang,'' tambahnya.

Pengerukan

Ironisnya, meski berulangkali dilanda banjir, namun kelima sungai yang tersedimentasi di Nusawungu belum ditangani secara maksimal.

Sekcam Hariyanto menyatakan, sampai sekarang belum ada proyek dari pemerintah kabupaten untuk melakukan pengerukan ataupun normalisasi alur kelima sungai tersebut. ''Yang sering dilakukan adalah pengerukan dan normalisasai aliran sungai oleh masayarakat dengan dana swadaya. Sedangkan upaya pemerintah belum ada karena hambatan pendanaan,'' ungkapnya.

Kepala Seksi Sosial Ekonomi Kecamatan Nusawungu, Djasroni, membenarkan bahwa penyebab utama banjir di kecamatan tersebut adalah karena semakin menyempit dan dangkalnya sungai-sungai di wilayah itu.

Djasroni juga mengatakan beberapa langkah antisipasi untuk menghadapi kemungkinan bencana banjir kali ini sudah dilakukan pihak kecamatan. ''Pekan lalu kami mengadakan rapat koordinasi dan mengimbau kepala desa menginventarisasi penyebab terjadinya banjir,'' katanya.

Dari data yang ada bahwa ada 4.621 buah rumah di Kecamatan Nusawungu yang terendam air tahun lalu. Jumlah pengungsi mencapai 4.593 jiwa. Sebagian besar pengungsi berasal dari Desa Kedungbenda dan Banjareja. (ms-68)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA