
| Senin, 18 November 2002 | Jawa Tengah - Kedu & DIY |
Terorisme Bukan Karakter Kaum MuslimYOGYAKARTA- Pengeboman Bali yang diduga dilakukan sekelompok orang yang kebetulan muslim membawa akibat dan beban bagi umat Islam. Padahal, semua tahu bahwa terorisme bukan karakter muslim. Pakar pendidikan Prof Dr Noeng Muhadjir mengatakan hal itu di hadapan peserta lokakarya Upaya Peningkatan Kampus yang Bernuansa Islami di Auditorium Kampus Pusat Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Sabtu (16/11). Muhadjir menjelaskan, masalah itu tentu menjadi beban rakyat Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Karena itu, umat Islam perlu mengubah citra itu menjadi agak positif dan kreatif, terutama dalam gerakan kifayah keilmuan serta kifayah kehidupan. Dengan demikian, muslim yang mayoritas perlu memberikan urunan dominan dalam iptek dan kehidupan. Menurut mantan Rektor Universitas Achmad Dalam (UAD) Yogyakarta itu, untuk memberikan urunan dominan dalam iptek dan kehidupan, ada tiga kegiatan yang bisa dilakukan di kampus. Pertama, dibangun laboratorium keilmuan dengan tugas membuat peta perkembangan bidang keahlian dan sektor kehidupan. Alih Teknologi Kedua, diselenggarakan kegiatan implementatif dalam diskusi, khotbah, ceramah, karya ilmiah, dan aktivitas lain yang mencakup ragam bidang serta sektor tersebut. Khotib yang calon ahli hukum memberikan advokasi hukum yang calon dokter menuntun jamaah tentang kesehatan dan seterusnya. Tetapi dengan tetap memperhatikan sahnya khotbah, katanya. Yang terakhir, dibangun berbagai laboratorium kemasyarakatan di desa-desa. Di situ para mahasiswa dapat berlatih dan menguji berbagai teori ilmunya untuk diterapkan di masyarakat. Apalagi, dengan dikembangkan visi otonomi daerah, pemberdayaan di tingkat akar rumput sangat penting dan bermakna. (sgt-74c) |