logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 18 November 2002 Jawa Tengah - Kedu & DIY  
Line

Jalur Lingkar Selatan Belum Siap Difungsikan

TEMANGGUNG- Jalur lingkar selatan yang sedianya akan dipakai untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas di Kota Temanggung, sampai menjelang Lebaran ini belum bisa difungsikan.

Padahal, jalur dalam kota rawan kemacetan, khususnya selama arus mudik dan balik yang akan berlangsung akhir bulan ini.

Kepala Dinas Perhubungan Temanggung, Drs Soekartono ES kepada Suara Merdeka menjelaskan, belum siapnya jalur lingkar selatan dikarenakan masih ada beberapa bagian jalan dan jembatan yang belum sempurna.

Misalnya, turunan menuju jembatan Lungge, serta pelebaran dari Mudal sampai Kota.

''Untuk menyempurnakannya, masih perlu biaya besar dan waktu agak panjang. Makanya, menjelang Lebaran ini belum bisa difungsikan,'' katanya.

Sedianya, lingkar selatan itu dipersiapkan untuk menampung kendaraan dari arah timur (Magelang menuju Wonosobo-Weleri). Sedangkan dari arah barat (Wonosobo ke Magelang) sudah me lalui jalur lingkar utara.

Dengan demikian, nantinya tidak ada lagi angkutan antarkota baik bus maupun truk melalui kota.

Hal itu untuk mengurangi kepadatan arus dalam kota sehingga tidak terjadi kesemrawutan. Dengan belum bisa difungsikannya jalur lingkar selatan, untuk sementara akan dilakukan penataan jalur dalam kota.

Sekitar Pasar

Di tempat terpisah, Kasat Lantas Polres Temanggung, AKP L Eric Bismo Asmoro menjelaskan, target utama penataan lalu lintas dalam kota adalah sekitar Pasar Kliwon.

Di tempat itu sering terjadi kemacetan, karena banyaknya angkutan penumpang menaikkan dan menurunkan penumpang seenaknya.

''Ada ojek, dokar, becak, dan angkudes mangkal di situ. Ditambah lagi mulai banyak PKL menggelar dagangan di tempat itu. Akibatnya arus lalu lintas terganggu,'' katanya.

Menurut dia, sebenarnya dulu pernah ada kesepakatan dengan kru angkutan untuk tidak berhenti di sekitar pasar.

Juga para PKL yang ada di depan pasar, sudah disediakan lokasi lain untuk menjamin kelancaran lalu lintas di tempat tersebut.

''Namun kesepakatan itu kini dilanggar, menjadikan arus lalu lintas di tempat itu tidak lancar. Kalau hal itu sulit diatur, kami terpaksa merubah jalur ke arah lingkar utara. Semua angkutan antarkota, baik dari arah barat dan timur masuk ke sana,'' tambahnya.(nt-74)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA