
| Senin, 18 November 2002 | Jawa Tengah - Kedu & DIY |
Kali Kemit Banjir Pintu Bendung Jebol
GOMBONG - Banjir pertama di Sungai Kemit menyebabkan pintu suplesi (pembantu) Bendung Watubarut, Kecamatan Sempor, Jebol. Akibatnya, sekitar 1.617 hektare sawah di tiga kecamatan kini terancam kekeringan. Adapun areal sawah yang dialiri dari Bendung Watubarut di Desa Kedungjati itu meliputi sebagian wilayah Kecamatan Gombong, Kuwarasan, Adimulyo, dan Puring. Namun sampai kemarin, kerusakan pintu suplesi di bagian barat bendung itu belum diperbaiki. Baru ditinjau petugas Sub-Dinas Pengairan. Jika hujan deras, dikhawatirkan pintu air yang ditutup papan dan balok itu dadal lagi. Menurut Sucipto, warga Kedungjati, kemarin, banjir Kali Kemit akhir pekan lalu menyebabkan genangan air setinggi 1 meter di Desa Pekuncen, Kedungjati dan Semali Sempor. Bahkan air sungai itu juga meluap ke Desa Wonosigro Gombong dan Desa Grenggeng Karanganyar. Di Desa Grenggeng, yakni wilayah yang berbatasan dengan sungai Kemit di timur Gombong, sebagian warga terpaksa mengungsi. Sebab, ketinggian air di dekat tanggul sungai mencapai 1,5 meter. Malam itu warga terus membunyikan titir dan pengumuman lewat pengeras suara di masjid agar penduduk siaga, mengingat debit air di kali terbesar yang melintasi kota Gombong itu terus meningkat. Tanggul Kritis Sebagian pohon dan tanaman di sepanjang kiri kanan sungai itu juga roboh. Bahkan tanggul Sungai Kemit banyak yang sudah kritis dan terus ambrol akibat erosi maupun sedimentasi. ''Kami mengharap tanggul sungai Kemit segera diperbaiki. Sebab tiap musim hujan warga di sekitar tanggul selalu terancam,'' imbuh Agus, karyawan bengkel. Sungai Kemit berhulu di daerah perbatasan Desa Somagede Sempor dan Kabupaten Banjarnegara. Sedangkan hilir sungai itu di pantai selatan membelah wilayah dataran rendah di Kebumen selatan, seperti Adimulyo dan Kuwarasan. Sementara itu, petugas penjaga Bendung Watubarut Purwanto ditemui kemarin mengatakan, saat ini debit air cukup besar, yakni sekitar 5.000 meter kubik. Sedangkan pintu suplesi yang jebol itu sudah rusak sejak banjir tahun lalu. Namun berhubung dana terbatas, pihak Sub-Dinas Pengairan Kebumen baru mampu memperbaiki palang besi. Pintu dari kayu yang merupakan tinggalan Belanda, belum diganti. Akibatnya, di musim hujan ini tak kuat menahan beban. Pihaknya berharap tahun ini pintu suplesi segera diperbaiki, mengingat fungsi bendung untuk membantu irigasi dari Waduk Sempor. Setidaknya ada ribuan hektare sawah tiap musim hujan dialiri dari bendung tersebut. Menurut beberapa warga, Waduk Watubarut merupakan tinggalan Belanda dan fungsinya vital untuk irigasi di daerah sekitar Gombong. Bahkan usianya lebih tua dibandingkan Waduk Sempor yang diresmikan tahun 1978.(B3-74) |