
| Senin, 18 November 2002 | Jawa Tengah - Muria |
Warga Blokade Jembatan Desa PrawotoPATI-Puluhan warga Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Minggu kemarin memblokade jembatan Desa Prawoto yang diduga menyalahi bestek dan menelan korban. Seorang pekerja tewas tertimpa beton sehari sebelumnya. Tindakan itu mereka lakukan untuk menarik perhatian Bupati Pati, DPRD, dan dinas terkait agar mengusut. "Pengaduan tentang pembangunan proyek Jembatan Wonosoco yang tidak beres sudah kami lakukan. Namun tidak mendapat tanggapan sama sekali," ucap Koordinator Komunitas Pemuda Prawoto (KPP), Triyono, yang didampingi Icuk Pranotoaji SH. KPP, kata dia, sudah mengirim surat ke Bupati pada 3 November 2002. Surat tembusan dikirim ke Ketua DPRD, pelaksana proyek, Gapensi Pati, dan Ketua BPD Desa Prawoto. Kepala Desa Prawoto H Abdul Mufid SH mengatakan, "Saya juga tanda tangan, bahkan diketahui YMT Camat Sukolilo, Sudiharso SSos." Sementara itu pihak kontraktor belum bisa dimintai konfirmasi. Sejak awal pembangunan jembatan yang membentang di atas Kali Grobog, Desa Prawoto, KPP mendeteksi ada beberapa keganjilan. Proyek tersebut, misalnya, tak memiliki direksi kit. "Juga tak memiliki kantor yang jelas saat saya cari di Pati," kata Triyono. Mereka juga meragukan kualitas material seperti pasir dan campuran semen yang tidak sesuai dengan bestek. Jembatan bervolume 0,5 x 32 x 4,5 m dengan kolom tumpuan tiga titik itu sekarang melengkung. Terjadi kelenturan balok/pelat jembatan sehingga melengkung 30-45 cm dari 0-0. Diduga itu akibat kesalahan teknis pekerjaan jembatan dengan bentang 16 x 2. Stick building (penyangga cetakan beton) tak menghiraukan kondisi tumpuan (sungai). Diduga terjadi kecerobohan pada konstruksi penyangga cetakan beton sambungan serta klem yang mengakibatkan penurunan balok beton. Akibatnya, secara fisik jembatan melengkung, muncul ketebalan tak merata. (P7-78g) |