
| Senin, 18 November 2002 | Jawa Tengah - Muria |
Kabel Dicuri, PLN Rugi Rp 600 JutaCEPU-Musim hujan yang disertai angin kencang membuat listrik sering padam. Akibatnya, PT PLN Ranting Cepu sering menerima pengaduan dari para pelanggan dari Randublatung, Karangboyo, dan Kedungtuban. Menyikapi masalah itu, PLN mengaktifkan tiga mobil siaga. "Begitu ada gangguan, mobil terdekat melakukan pembenahan selama 24 jam," kata Kepala PT PLN (Ranting) Cepu Ir Abdul Haris, kemarin. Menurutnya, listrik sering mati sebagai dampak bencana alam dan angin kencang. "Misalnya pohon roboh mengakibatkan bentangannya putus. Kejadian seperti ini sering mengakibatkan listrik padam." PT PLN (Persero) Cabang Kudus Ranting Blora Ir Rumanto secara terpisah mengemukakan hal serupa, yakni Ranting Blora meningkatkan kewaspadaan penuh menghadapi musim hujan yang disertai angin dengan bersiaga 24 jam. Ranting itu menyiapkan empat mobil siaga di empat lokasi, yaitu di Blora barat, Blora tengah (induk), Blora selatan, dan Blora timur. "Menghadapi musim hujan dan angin kencang, kami bersiaga 24 jam penuh, baik menjelang Lebaran, Natal, maupun Tahun Baru. Jadi, kalau ada gangguan silakan melapor di unit mobil terdekat," tandas Ir Rumanto, kemarin. Menyinggung soal pencurian, ia mengakui pencurian kabel bentangan pengantar penetralan jenis aluminium sering terjadi. Akibatnya, bila ada petir menyambar tidak bisa langsung ke tanah, namun merambat dan merusak peralatan PT PLN. Hal itu menyusahkan dan merugikan PLN hingga Rp 300 juta. Jika ditotal dengan PT PLN (Persero) Ranting Cepu, kerugiannya mencapai 600 juta. Menurut Rumanto, pencuri kabel penetralan memang nekat dan berani. Pihaknya sudah mencoba mengganti dan memasang dekat dengan kawat beraliran listrik, ternyata pencurian terus berlanjut (rp-78c) |