
| Senin, 18 November 2002 | Jawa Tengah - Pantura |
Pedagang Memetik BerkahPEMALANG - Bulan Ramadan memang membawa berkah. Sebagai contoh kegiatan pedagang kaki lima (PKL) yang ada di seputar Alun-alun kota Pemalang. Keberkahan itu tidak saja dialami oleh para pedagang es kelapa muda tetapi juga para penjual jasa permak celana jin. Walaupun hari-hari biasa mereka dilarang melakukan kegiatan usaha di tempat itu, sebagai wujud berkah kini mereka dibiarkan berjualan oleh petugas ketertiban. Dibandingkan dengan hari biasa dalam bulan Ramadan ini dagangan mereka justru relatif lebih ramai.. Dituturkan oleh Zaeni pada hari biasa dia hanya menggarap 20 potong celana setiap hari. Tapi dalam bulan Ramadan permakan celana makin bertambah. Apalagi bila nanti mendekati Lebaran. Jumlah celana yang digarap bisa dua kali lipat dari jumlah itu setiap harinya. ''Alhamdulilah, Mas. Hasilnya bisa untuk menghidupi keluarga dengan dua orang anak yang masih kecil-kecil,'' katanya sambil mengaku usaha informal itu sudah ditekuninya selama dua tahun dengan mengambil tempat di depan Kantor Pegadaian. Menguntungkan Dia memilih sebagai penjahit permakan bukan berarti dia tidak bisa menjahit celana secara utuh. Tetapi karena pertimbangan lebih menguntungkan. Apabila menjahit celana dalam waktu seminggu hasilnya satu celana Rp 25.000, sedang mempermak celana dalam waktu yang sama hasilnya bisa mencapai ratusan ribu. Tarif permak celana jin Rp 7.500 sampai Rp 10.000/potong. Sedangkan celana biasa lebih murah. Para konsumen Zaeni umumnya mereka para pembeli celana di toko. Tetapi ukuran celana kebesaran atau kakinya terlalu panjang. Sehingga perlu dipermak dipaskan dengan tubuh pemakainya. Biasanya adalah celana jin. Namun tidak sedikit pula celana biasa. (sf-20) |