
| Senin, 18 November 2002 | Budaya |
The Fikr Dakwah lewat Lagu NasyidBERTEMA mahabbatullah (cinta kepada Allah SWT), lagu-lagu yang dibawakan kelompok Nasyid The Fikr mampu menghipnotis 400-an penonton yang memadati Auditorium UNS Solo, Minggu (17/11) kemarin. Kelompok nasyid asal kota kembang itu, mampu menjadi pengobat rindu penggemar kelompok nasyid Hijjaz dari Malaysia yang batal tampil. Sedianya, pertunjukan bertajuk "Konser Amal Ramadan Solo Peduli" itu akan menghadirkan kelompok nasyid asal Malaysia, Hijjaz. Namun karena mengalami kecelakaan, kelompok yang ngetop di negeri jiran itu membatalkan konsernya. Seperti lagu bertema Islam yang kini marak menghiasi media elektronik, terlebih saat Ramadan ini, pesan yang terkandung di dalamnya seolah mampu membangkitkan semangat religius sang penonton. Kelompok nasyid yang juga santri Pesantren Daarut Tauhid Gegerkalong Gilang pimpinan dai kondang KH Abdullah Gymnastiar (Aa' Gym-Red) itu, memang tak sekadar menyalurkan hobi menyanyi. Sepuluh lagu yang mereka bawakan, termasuk delapan nomor yang terdapat dalam album perdananya, sarat pesan agama dan nasihat. "Semoga karya mungil kami ini bisa menjadi salah satu bagian dakwah dan ibadah di sisi Allah. Kami berharap, lagu yang kami suguhkan ini mampu menjadi pelita dalam kegelapan dan penghibur dalam cobaan," jelas Abu Muammar, salah satu personel sekaligus Manajer Urusan Pementasan The Fikr kepada Suara Merdeka, kemarin. Tak sekadar menampilkan kualitas suara yang terlatih, kelompok yang beranggotakan lima santri Pondok Pesantren Daarut Tauhid -Nurul Rahman, Abu Muammar, Denny Rianto Yaasin, Abdul Halim Irfan Johani, dan Aldin Syarifudin- itu juga tampil dengan gerakan ritmis yang kompak. Menepis Minor Tak pelak, penampilan atraktif, kompak nan santun itu mampu menepis nada minor tentang kesenian Islam. Seni Islam kini tidak lagi harus lugu atau konservatif, melainkan inovatif dan atraktif, meski kesan santun itu tetap melekat. Sehingga, penampilan siang itu tak ubahnya seperti nonton konser grup acapella ternama. Kualitas suara kelompok yang satu itu, bisa dibilang tak beda dengan grup musik lain yang lebih dahulu terkenal. Satu lagi, penampilan kelompok nasyid itu justru lebih bagus saat tampil live ketimbang mendengarkan kasetnya. Dan itu, menjadi satu kelebihan kelompok tersebut dibanding penyanyi yang kini marak dengan lip sync, yang suara bagus karena dipermak dengan peralatan rekaman. Lalu, meluncurlah lagu-lagu berjudul "Shalawat", "Hidayah Ilahi", "Kebangkitan", "Karunia-Mu", "Wanita Shalihah", "Sadarilah", dan "Istighfar". Dalam konser itu, mereka tidak sendiri, tapi juga ditemani tiga kelompok nasyid lainnya, yaitu Lentera Hati (FS UNS), Zukhruf (Ponpes Al Mukmin Ngruki Sukoharjo), dan Eling Karepe (Yogyakarta). "Semoga, kami bisa jumpa dan bersilaturahmi kembali dalam album kedua The Fikr, Insya Allah." Ya, semoga. (G13, ev-41) |