
| Sabtu, 16 November 2002 | Sala |
12.000 Petugas untuk Amankan Lebaran
SOLO-Kemungkinan terjadi kejahatan di jalan raya menjelang Idul Fitri di Jateng diantisipasi aparat keamanan dengan membentuk tim terpadu. Tim gabungan itu, kata Kapolda Jateng Irjen Polisi Drs Didi Widayadi MBA, tidak hanya dari kepolisian tetapi juga Kodam IV/Diponegoro, pegawai negeri sipil (PNS), dan dari instansi lain. Tim itu, kata dia, untuk mencegah aksi kejahatan di jalan raya yang sering disebut bajing loncat dan mengamankan sejumlah titik rawan kecelakaan lalu lintas menanggulangi bencana alam seperti tanah lonsor dan banjir. Dia mengemukakan tim terpadu itu dibentuk tiga hari lalu. ''Tim yang melibatkan 12.000 personel itu untuk mengantisipasi 180 titik rawan di seluruh Jawa Tengah,'' kata dia, ketika menghadiri tarawih keliling di Mapolwil Surakarta, Kamis malam lalu. Apakah Polda juga menerjunkan penembak jitu? Didi menyatakan segala potensi akan dilibatkan untuk mengamankan Lebaran. Namun dia kurang sreg bila masyarakat terlalu latah mengaitkan kehadiran penembak jitu dalam tim operasi seacam itu. ''Kalau disebut sniper mungkin terlalu sangar. Karena itu, tidak perlu disebut saja.'' Dia mengatakan, kepolisian bertugas secara profesional dan proporsional. ''Kami menghadapi penjahat secara terukur. Artinya, kalau tidak perlu ditembak, ya ngapain harus menembak,'' kata dia. Kalau polisi dipersenjatai, semua itu mengacu pada hukum. Jika ada seseorang terancam jiwanya, polisi diperbolehkan bertindak tegas. Kalau tidak, justru polisi bakal dituntut. Penjahat yang membahayakan nyawa dan kepentingan umum, kata dia, akan diladeni sesuai dengan kesiapan di lapangan. ''Ada 12.000 personel kami libatkan di lapangan untuk pengamanan.'' Meski pengamanan tanggung jawab polisi, pada kesempatan di Solo dia mengharapkan masyarakat membantu memperlancar pengguna jalan agar pemudik dapat kembali dengan selamat. Kasus yang menonjol di Jateng sekarang, kata mantan Kapolda Sulawesi Selatan itu, tidak lain masalah lalu lintas. Juga ada beberapa titik longsor dan banjir yang perlu diwaspadai. ''Dan ada perhatian khusus yang perlu dipersiapkan seperti pengamanan rel kereta api dan jalur udara.'' (G11,san-17g) |